Tersingkirnya Alex Rudiart pada Gala Show 6 X Factor
Indonesia kemarin memang cukup mengejutkan, terlebih bagi para penggemar
fanatik Alex. Bagaimana tidak? Alex yang selalu tampil total & memukau
akhirnya harus rela terhenti langkahnya dengan cara yang dramatis. Ia harus
kalah suara vote juri yang lebih memilih untuk menyelamatkan Gede Bagus.
Orang yang awam tentang musikpun mungkin saat melihat
penampilan Alex & Gede dapat menilai bahwa Alex lebih unggul baik dari
karakter vokal dan teknik menyanyi. Tapi akhirnya penilaian harus kembali pada
mekanisme yang sudah ditentukan yakni polling SMS dan keputusan juri untuk
menyelamatkan salah satu kontestan yang masuk bottom two. Jika deadlock, penentuan siapa yang pulang kembali ke
perolehan SMS terendah. Dan kemarin, Alex dipulangkan oleh juri setelah masuk
bottom two bersama Gde Bagus. 3 juri (Dhani, Anggun & Rossa) memilih Gede,
sementara Bebi Romeo mempertahankan anak asuhnya.
Kontan saja keputusan yang cukup kontroversial ini
memancing reaksi para penggemar Alex. Berbagai kecaman dan hujatan para fans
bermunculan di berbagai jejaring sosial menyerang juri yang dinilai tidak peka,
tidak becus, sok tau tentang musik dan beragam komentar yang bahkan sebenarnya
tak layak untuk disampaikan di forum diskusi.
Ahmad Dhani dan Rossa serta merta di-bully lewat
twitter. Bahkan ada tweeps yang mengajak untuk memboikot X Factor Indonesia.
Reaksi juga muncul dari Bebi Romeo sebagaimana kicauannya di twitter bahwa jika
minggu depan Novita atau Isa yg dipulangkan Juri lagi, saatnya dia untuk diam. “Semoga
dengan DIAM, semua menjadi paham,” tegas Bebi.
Sangat bisa dipahami mengapa para penikmat musik,
penggemar Alex dan Bebi Romeo sebagai mentor bereaksi demikian. Memang jika
dilihat dari segi kualitas, Alex sebenarnya jauh diatas Gede Bagus. Namun
kenyataan kemarin berbicara lain. Yang harus disadari, ini adalah kompetisi
yang melibatkan banyak talent dan penilaian akhirnya kembali pada pemirsa lewat
perolehan SMS. Siapa yang polling SMSnya rendah harus siap-siap masuk bottom
two dan harus ready keputusan akhir : dipulangkan, entah oleh juri atau kembali
ke hasil vote SMS.
Dan keputusan juri memulangkan Alex kemarin, meskipun
sangat disayangkan, sebenarnya tak perlu ditanggapi terlalu ekstrem. Karena
dalam kompetisi pasti ada yang harus tersingkir, walaupun tak jarang dengan
cara menyakitkan seperti Alex kemarin. Tentunya Anggun, Dhani & Rossa juga
punya alasannya masing-masing meskipun mungkin sangat subyektif.
Harus diingat pula, ini adalah kali kedua Alex
dipulangkan, setelah sebelumnya pada babak Judge Home Visit justru Bebi yang
tak meloloskannya ke Gala Show. Meskipun kemudian entah Alex justru mendapatkan
kesempatan kedua menjadi kontestan ke 13 Gala Show.
Pada kasus ini para penikmat musik yang cerdas dan
para penggemar Alex juga harus introspeksi diri, mengapa Alex bisa masuk bottom
two? Seandainya perolehan Alex di posisi 6 saja, tentu dia aman bukan? Tak
bakalan sampai harus membawakan "save me song" di depan juri.
Pertanyaan yang cukup menggelitik, kemana saja dukungan SMS para penikmat musik
Indonesia yang masih cerdas itu? Kemana saja SMSers Alex selama sepekan hingga
Gala Show 6 kemarin? Apakah mereka hanya menikmati dan mengagumi kualitas Alex
saja tanpa berpikir bahwa Alex harus terus didukung SMS sebanyak-banyaknya agar
tetap terus bertahan di XFI?
Semestinya, mereka yang cerdas dan sadar bahwa
pada kompetisi semacam ini, dimana dukungan SMS terbanyaklah yang menentukan,
tentu akan memberikan dukungan lewat SMS sebanyak-banyaknya agar idola mereka
tak masuk 2 terbawah seperti yang dialami Alex kemarin. Sebab percuma jika
hanya ngotot adu argumen siapa yang terbaik tanpa ada dukungan SMS yang justru
paling menentukan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi penggemar fanatik finalis
X Factor yang masih tersisa. Tunjukkan dukungan nyata kalian dengan mengirimkan
SMS dukungan sebanyak-banyaknya agar idola kalian tak masuk bottom two dan
dapat terus tampil tiap episodenya, meskipun akhirnya yang paling diuntungkan
tentu saja penyelenggara acara yang memperoleh rupiah dari tiap SMS yang
dikirim.
Probolinggo,
31 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar