Sebagaimana telah saya bahas pada
artikel terdahulu, X Factor Indonesia (XFI) bukan hanya tayangan pencarian
bakat yang menghibur tapi juga menegangkan. Sensasinya saat menonton serasa bagaikan
naik roller coaster. Perasaan kita dibuat tak karuan, naik turun terutama saat
pengumuman siapa yang harus pulang.
Bagi
yang idolanya tetap bertahan, perasaan tak karuan
tadi akan berganti
rasa lega tak terkira, setelah naik turun,
histeris tapi akhirnya tersenyum bahagia. Namun
perasaan sebaliknya dirasakan fans yang idolanya harus pulang, seperti naik
roller coaster yang relnya putus ditengah jalan. Sereeemmm.
Bisa dikatakan, setiap Jum’at malam
penikmat XFI mengalami “stress massal” dan mules (meminjam istilah Rossa). Dan stress
massal ini akhirnya harus dirasakan juga oleh fans berat Fatin (Fatinistic) dan
fans Mikha (Djimbas) pada Gala Show 11 kemarin.
Bayangkan berapa banyak orang, yang
mengalami stress. mules, nervous dan deg-degan dini hari itu jika melihat
jumlah penggemar masing-masing. Sudah bukan rahasia lagi jika Fatin dan Mikha
memiliki kekuatan fanbase dan penggemar
yang sangat banyak.
Mengejutkan memang, Fatin yang tak
pernah bottom two, teryata perolehan voting SMSnya dini hari itu berada di
posisi 2 terbawah bersama Mikha. Saya yakin, begitu nama Nu Dimension disebut
sebagai finalis kedua yang lolos menyusul Novita Dewi, jantung Fatinistic dan
Djimbas makin cepat detaknya, karena saya juga merasakan hal yang sama.
Perasaan semakin tak karuan tiada
terkira karena Robby Purba mengulur-ulur waktu dan nampaknya memang sengaja
memainkan emosi penonton. Saya juga yakin, Anggun dan Rossa pasti nervous menanti
penentuan nasib anak didiknya.
Terlebih lagi yang dirasakan Fatin dan
Mikha sendiri yang nampak jelas dari raut muka mereka. Hanya saja Mikha nampak
lebih santai daripada Fatin, sampai-sampai Ahmad Dhani usil menggodanya agar
tak menangis.
Di saat perasaan deg-degan makin menjadi,
makin bertambah dengan rasa sebel ketika Robby Purba bilang, “....Finalis yang
akan lolos ke babak road to grand final X Factor Indonesia adalah... Temukan
jawabannya setelah yang satu ini, tetap di X factor Indonesia!.” Seketika itu
saya spontan merespon “Aaaaaarrgghhhhhh...!!!!”
Meskipun sudah menduga akan dipotong
iklan, saya sendiri sempat sebel bin jengkel. Tapi ada untungnya juga,
setidaknya jama’ah stress massal bisa sedikit mengambil nafas dan mengatur
kembali ritme detak jantungnya. Dan yang mules beneran (bukan “mules”nya Rossa)
bisa lari ke “belakang”, sebab durasi iklan yang panjang masih cukup untuk
mengeluarkan “beban” yang ada di perut mereka.
Usai jeda iklan, stress berjama’ah pun
dimulai lagi. Kembali Robby Purba memainkan emosi pemirsa dengan mengulur waktu
bertanya pada Bebi Romeo dan dan Ahmad Dhani tentang prediksi siapa yang akan
pulang. Semakin geregetan saja dibuatnya.
Pada detik-detik penentuan saat Robby
mengatakan, “Voting anda memutuskan....... ,” stress semakin meningkat, detak jantung
makin cemat dan sambil menahan nafas menanti nama yang disebut. Untungnya tak
perlu terlalu lama menahan nafas hingga akhirnya Robby berseru, “Fatin! Slamat
kamu lolos dan menjadi 3 besar X Factor
Indonesia!”.
Pendukung Fatin tentunya dapat kembali
bernafas lega dan tersenyum bahagia. Stress yang menimpa dan rasa dag dig dug
akhirnya berubah menjadi rasa bahagia tiada tara dengan lolosnya Fatin.
Namun hal sebaliknya mungkin dirasakan
pendukung Mikha yang sudah pasti sedih idolanya harus pulang. Namun Mikha
nampaknya bisa lebih dewasa menyikapi hal tersebut. Ia masih bisa tersenyum dan
nyaris tak nampak raut kesedihan di wajahnya.
Memang harus diakui, malam itu Mikha
tampil memukau, jauh lebih baik dari penampilan-penampilan sebelumnya. Bahkan Bebi
Romeo yang hampir di tiap Gala Show selalu mengkritik Mikha, malam itu justru
memberikan pujian pada dua penampilannya. Bisa dikatakan dini hari itu Mikha
pulang dengan terhormat sebab pada akhir keikutsertaannya di XFI ia mampu
memberikan penampilan terbaik.
Semoga stress massal yang terjadi ini
hari itu tidak berlanjut setelah Gala Show kemarin. Semoga Djimbas bisa
berlapang dada seperti Mikha yang menerima kepulangannya kemarin sebagai suatu
keniscayaan dalam suatu kompetisi. Yang jelas sekarang Mikha bisa lebih bebas
berkreasi di luar sana.
Dan bagi Fatinistic, semoga stress
massalnya juga segera reda hingga Jum’at depan, sebab jika diperhatikan di
twitter, saat ini banyak sekali penggemar Fatin yang resah dan galau karena tweet
dan mentionnya tidak dibalas, bahkan banyak juga yang terkesan membabi buta memaksa
Fatin untuk difollback.
Sekedar saran untuk teman-teman
Fatinistic, sebagaimana telah ditulis juga oleh rekan-rekan Kompasianer yang
lain, jangan egois dan memaksa Fatin untuk menuruti semua kemauan kita. Fatin
juga manusia, punya rasa, punya hati dan punya keterbatasan juga sebagai
manusia. Tak mungkin Fatin juga bisa menjawab semua tweet dan mention serta
mem-follback semua followersnya.
Agar tak “stress” menanti reply, retweet
dan follback, dukung Fatin dengan ketulusan hati tanpa ekspektasi berlebih
padanya. Saya sendiri sebagai pemerhati Fatin, sampai sekarang belum menemukan
jawaban pasti dan alasan yang jelas mengapa serta untuk apa sampai saya demikian
tertarik dan terinspirasi olehnya. Yang jelas sampai saat ini saya masih
bersemangat untuk terus mensupport Fatin, tentu saja dengan cara saya.
Prorolinggo,
5 Mei 2013
Follow me : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar