Hingga Gala Show ke 7 kemarin Fatin
Shidqia Lubis kembali mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Lagu Mercy
menjadi begitu mudah dan indah dibawakannya. Demikian pula pada Gala Show 6
saat Fatin membawakan “It Will Rain”nya Bruno Mars. Ketika itu Bebi Romeo
berkomentar versi Fatin lebih bagus dari Bruno Mars.
Namun ditengah banjir pujian saat itu,
sang mentor Rossa justru mengaku sering khawatir setiap kali Fatin akan tampil.
“Setiap hari Jum’at aku rasanya mules banget”, kata Rossa. Tentunya mules disini sebagai gambaran betapa
was-wasnya Rossa setiap kali anak didiknya itu akan tampil. Pada suatu
kesempatan wawancara Rossa juga mengakui kalau Fatin masih suka grogi. “Kalau dia nyanyi, dalam hati saya
selalu berdoa, jangan salah jangan salah," ujar Rossa ketika itu.
Jika Rossa sebagai mentornya saja bisa was-was, apalagi
saya sebagai penggemar dan pemerhati Fatin yang juga sering dibuat was-was,
khawatir bahkan “ndredeg” (deg-degan dalam bahasa Jawa) setiap kali ia akan
tampil. Bisa jadi perasaan semacam ini juga dirasakan penggemar Fatin yang
lain.
Mungkin Rossa, saya dan penggemar Fatin yang lain
pantas untuk deg-degan jika melihat latar belakang Fatin yang memang masih
minim pengalaman dengan kempuan olah vokal yang masih belum terlalu tinggi.
Namun itu bukan berarti meragukan kemampuan Fatin, sebab ia justru mempunyai
kelebihan pada karakter vokal yang mampu ia optimalkan setiap kali tampil.
Rasa was-was dan khawatir sampai deg-degan itu bagi
saya sangat manusiawi, terlebih saya dan penggemar Fatin yang lain bisa
dikatakan secara emosional sudah menyatu dengannya. Perasaan tersebut merupakan
suatu perwujudan rasa memiliki dan perhatian yang mendalam pada Fatin, sebab
semua penggemar tentunya ingin Fatin tampil bagus dan tak melakukan kesalahan
fatal.
Bisa jadi apa yang Fatin rasakan saat akan tampil
melebihi apa yang saya dan teman-teman rasakan. Rasa nervous pasti ia rasakan juga. Tapi terbukti dalam beberapa
penampilan terakhir, Fatin mampu tampil luar biasa. Fatin mampu menjawab
keresahan saya dan para penggemar dengan penampilannya yang memang layak untuk
mendapat apresiasi positif.
Bahkan ada sensasi lain yang saya rasakan setiap kali
usai melihat penampilan Fatin. Rasa was-was plus ndredeg sebelum dan saat ia tampil yang kemudian ia jawab dengan
penampilan luar biasa melebihi ekspektasi itu justru memberikan kepuasan
tersendiri. Ada rasa haru dan ikut bangga melihat penampilannya yang beyond expectation tersebut, terlebih
setelah mendengar pujian dari para juri.
Namun sebagai penggemar yang baik tentunya kita tak
boleh menuntut terlalu berlebihan pada Fatin sebab ia juga manusia biasa dengan
segala kelebihan dan kekurangannya. Fatin adalah remaja yang sedang tumbuh
menemukan jati dirinya. Biarkan ia berkreasi seperti apa yang ia mau, biarkan
Fatin menjadi Fatin dengan karakter vokal yang khas, pribadi yang ceria dan
menyenangkan.
Biarkan Fatin terus mengasah kemampuannya sambil berkarya
memberikan terbaik yang ia mampu untuk kita para penggemarnya. Dan sudah
sepantasnya pula kita sebagai pemerhati dan penggemar memberikan masukan, saran
dan kritik membangun untuk perbaikan penampilannya ke depan.
Probolinggo, 12 April 2013
Twitter : Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar