Kamis, 30 Januari 2014

Ndredeg Karena Fatin



Hingga Gala Show ke 7 kemarin Fatin Shidqia Lubis kembali mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Lagu Mercy menjadi begitu mudah dan indah dibawakannya. Demikian pula pada Gala Show 6 saat Fatin membawakan “It Will Rain”nya Bruno Mars. Ketika itu Bebi Romeo berkomentar versi Fatin lebih bagus dari Bruno Mars.
Namun ditengah banjir pujian saat itu, sang mentor Rossa justru mengaku sering khawatir setiap kali Fatin akan tampil. “Setiap hari Jum’at aku rasanya mules banget”, kata Rossa.  Tentunya mules disini sebagai gambaran betapa was-wasnya Rossa setiap kali anak didiknya itu akan tampil. Pada suatu kesempatan wawancara Rossa juga mengakui kalau Fatin masih suka grogi. “Kalau dia nyanyi, dalam hati saya selalu berdoa, jangan salah jangan salah," ujar Rossa ketika itu.
Jika Rossa sebagai mentornya saja bisa was-was, apalagi saya sebagai penggemar dan pemerhati Fatin yang juga sering dibuat was-was, khawatir bahkan “ndredeg” (deg-degan dalam bahasa Jawa) setiap kali ia akan tampil. Bisa jadi perasaan semacam ini juga dirasakan penggemar Fatin yang lain.
Mungkin Rossa, saya dan penggemar Fatin yang lain pantas untuk deg-degan jika melihat latar belakang Fatin yang memang masih minim pengalaman dengan kempuan olah vokal yang masih belum terlalu tinggi. Namun itu bukan berarti meragukan kemampuan Fatin, sebab ia justru mempunyai kelebihan pada karakter vokal yang mampu ia optimalkan setiap kali tampil.
Rasa was-was dan khawatir sampai deg-degan itu bagi saya sangat manusiawi, terlebih saya dan penggemar Fatin yang lain bisa dikatakan secara emosional sudah menyatu dengannya. Perasaan tersebut merupakan suatu perwujudan rasa memiliki dan perhatian yang mendalam pada Fatin, sebab semua penggemar tentunya ingin Fatin tampil bagus dan tak melakukan kesalahan fatal.  
Bisa jadi apa yang Fatin rasakan saat akan tampil melebihi apa yang saya dan teman-teman rasakan. Rasa nervous pasti ia rasakan juga. Tapi terbukti dalam beberapa penampilan terakhir, Fatin mampu tampil luar biasa. Fatin mampu menjawab keresahan saya dan para penggemar dengan penampilannya yang memang layak untuk mendapat apresiasi positif.
Bahkan ada sensasi lain yang saya rasakan setiap kali usai melihat penampilan Fatin. Rasa was-was plus ndredeg sebelum dan saat ia tampil yang kemudian ia jawab dengan penampilan luar biasa melebihi ekspektasi itu justru memberikan kepuasan tersendiri. Ada rasa haru dan ikut bangga melihat penampilannya yang beyond expectation tersebut, terlebih setelah mendengar pujian dari para juri.
Namun sebagai penggemar yang baik tentunya kita tak boleh menuntut terlalu berlebihan pada Fatin sebab ia juga manusia biasa dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Fatin adalah remaja yang sedang tumbuh menemukan jati dirinya. Biarkan ia berkreasi seperti apa yang ia mau, biarkan Fatin menjadi Fatin dengan karakter vokal yang khas, pribadi yang ceria dan menyenangkan.
Biarkan Fatin terus mengasah kemampuannya sambil berkarya memberikan terbaik yang ia mampu untuk kita para penggemarnya. Dan sudah sepantasnya pula kita sebagai pemerhati dan penggemar memberikan masukan, saran dan kritik membangun untuk perbaikan penampilannya ke depan.

Probolinggo, 12 April 2013
Twitter : Dody_Kasman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar