Nama
Fatin Shidqia Lubis saat ini menjadi nama yang sangat populer berkat
keikutsertaanya sebagai finalis X Factor Indonesia (XFI).
Nama
depannya, Fatin, diakui atau tidak telah menjadi satu kata yang memiliki daya
tarik yang sangat tinggi. Namun kali ini saya tak akan membahas panjang lebar
apa yang menjadi sebab daya tariknya itu.
Saya
hanya tergelitik mengamati banyaknya tulisan yang diposting di Kompasiana
memakai “Fatin” sebagai judul.
Hampir
tiap jam ada saja tulisan yang judulnya memakai “Fatin” di dalamnya. Jumlahnya
sangat banyak dan menariknya, hampir semua tulisan/artikel yang memakai “Fatin”
sebagai judul dibaca ratusan bahkan ribuan kali. Sangat berbeda dengan jumlah
pembaca tulisan lain yang juga diposting di rubrik yang sama.
Bahkan
tulisan yang hanya beberapa paragraf dan sama sekali tak membahas tentang Fatin
bisa terbaca buuaanyaak kali karena mencantumkannya dalam judul tulisan.
Dan
ini tak hanya terjadi di Kompasiana saja. Hampir semua berita di media online
yang menggunakan “Fatin” sebagai judul diserbu ribuan pembaca, malah sampai
dibuat beberapa versi turunan berita.
Disinilah
kehebatan Fatin dan mungkin inilah yang oleh Ahmad Dhani disebut Faktor X.
Faktor yang tak bisa dijelaskan namun terbukti mampu menarik perhatian
khalayak.
Penulis
yang jeli tentunya bisa mensiasati bagaimana agar tulisannya menarik minat
orang banyak untuk membacanya. Salah satunya meminjam ketenaran sosok mempunyai
daya tarik tinggi dan banyak diperbincangkan saat ini, seperti Fatin.
Satu
lagi, entah disadari atau tidak, Fatin sudah menjadi standar popularitas saat
ini. Tak heran banyak tulisan yang menggunakan Fatin sebagai perbandingan.
Bahkan tak jarang yang dibandingkan itu sebenarnya lebih dulu tenar dan lebih
berpangalaman daripada Fatin.
Probolinggo, 14
April 2014
Twitter :
@Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar