Kamis, 30 Januari 2014

Fatin diantara Lovers dan Haters



Sosok fatin Shidqia Lubis memang menarik untuk diamati, dibahas dan diperdebatkan tak hanya oleh penggemar setia tapi juga mereka yang tidak suka padanya. Contoh paling mudah dan bisa langsung dicek adalah di forum keren Kompasiana ini. Tulisan tentang Fatin mendominasi rubrik hiburan, baik itu musik maupun televisi.
Frekwensi kemunculannya juga cukup sering, hampir tiap jam bahkan dalam hitungan menit ada artikel baru tentang Fatin. Kemunculan artikel-artikel tersebut nyaris saling bersahutan antara tulisan pengagum dan pemerhati Fatin dengan tulisan bernada kontra dari para sobat haters.
Tak berhenti hanya sekedar membaca, namun artikel-artikel yang membahas Fatin juga ramai dikomentari, bukan cuma yang bernada support tapi juga tak sedikit yang mengkritik bahkan mencela.
Sebagai orang baru di dunia musik yang mau tak mau sudah mulai digelutinya, Fatin cukup dewasa dalam menyikapi berbagai komentar miring, kritikan bahkan celaan yang ditujukan padanya. Nampaknya Fatin sadar betul bahwa ini adalah resiko yang harus diterima dari kepopuleran yang diperoleh dengan begitu cepat. Semakin banyak orang yang menyukainya, tentu akan diikuti dengan banyaknya orang yang juga akan membencinya.
Dalam video diary terbarunya, Fatin mengungkapkan prinsip yang cukup bijak :”Diantara 1 juta orang yang suka sama kamu pasti ada 100 ribu orang yang nggak suka sama kamu". Dari prinsip tersebut rupanya Fatin menyadari, meskipun ia memiliki banyak fans tapi pasti ada saja yang tidak suka padanya.
Namun demikian Fatin juga meminta pengertian dari semua pihak yang sering memberikan penilaian miring padanya.”Kalo kalian mau ngejudge gitu harus kenal langsung dulu, jangan asal ngetik...ngetik...ngetik..,” ujar Fatin pada video diarynya. Mungkin maksud Fatin, sebelum menilai dan menghakimi seseorang kenalilah dia lebih dekat dan pahami apa yang menjadikannya seperti itu.
Tapi bagaimanapun juga keberadaan sobat haters makin memberikan warna pada perjalanan Fatin yang masih baru dimulai ini. Fatin seolah telah menjelma menjadi artis besar, selebritis berpengaruh yang selalu menarik untuk dikomentari, bahkan untuk hal-hal kecil dan sebenarnya sudah tak perlu diperdebatkan. Misalnya tentang hijab yang dikenakan, cara berjalan Fatin, bentuk tubuh Fatin yang makin gendut, bahkan terjemahan lirik lagu yang semua orang sebenarnya sudah paham maknanya, masih juga menarik dibahas karena dinyanyikan kembali oleh Fatin.
Tak semua komentar dan kritik sobat haters itu bermakna negatif, tapi justru sebaliknya. Seringkali kritik pedas yang dilontarkan adalah suatu hal yang obyektif dan memang layak dikritik untuk selanjutnya dilakukan pembenahan. Bahkan kritikan dari sobat haters tak jarang lebih jujur dan obyektif daripada pujian dan sanjungan dari penggemar yang membabi buta.
Sementara para pecinta Fatin atau yang lebih terkenal dengan sebutan Fatinistic, tak perlu diragukan lagi fanatisme dan militansinya.
Dengan kekuatan jumlah yang cukup besar, Fatinistic selalu support Fatin dengan berbagai cara. Ada yang aktif berdiskusi dan menuangkan kreativitasnya tentang Fatin di jejaring sosial macam Facebook, Twitter dan Youtube. Ada yang menunjukkan dukungannya dengan rajin menulis artikel di  forum online seperti Kompasiana ini.
Namun yang perlu diperhatikan, dalam memberikan dukungan hendaknya mengedepankan cara-cara yang simpatik, santun dan bermartabat, bukan dukungan yang membabi buta. Dukung idola kita tanpa menjelek-jelekkan pihak lain. Jangan mudah terprovokasi dengan kritik dan komentar miring. Hadapi dan jawab dengan data dan fakta yang ada, bukan dengan emosi dan alasan tak berdasar.  Berikan apresiasi jika yang lain memang tampil bagus dan layak mendapatkan pujian, jangan malu dan gengsi untuk mengakuinya sebab dengan demikian kita nampak simpatik dimata mereka.
Akan sangat menyedihkan rasanya jika para fans ribut sendiri karena egoisme dan fanatisme semu sementara para idola kita justru bisa bersahabat bahkan begitu dekat seperti keluarga. Lebih baik manfaatkan energi kita untuk mensupport sang idola sambil tetap memberikan kritik dan saran demi perbaikan penampilannya ke depan. Tak perlu buang-buang tenaga mencela pihak lain yang justru tak akan pernah ada habisnya.
Tentang Fatin diantara lovers dan haters, saya jadi teringat lirik lagu “Childhood” milik mendiang King of Pop Michael Jackson yang mungkin bisa jadi bahan renungan bersama.
“Before you judge me, try hard to love me, look within your heart then ask....”


Probolinggo, 3 Mei 2013
Follow me : @Dody_Kasman



Tidak ada komentar:

Posting Komentar