Fatin Shidqia Lubis kembali menunjukkan penampilan
terbaiknya pada Gala Show ke 6 X Factor Indonesia. Kali ini dia kembali
membawakan lagu milik Bruno Mars yang berjudul "It Will Rain". Bruno
Mars memang tak dapat dipisahkan dari keberhasilan Fatin menembus babak audisi
yang melambungkan namanya saat ia membawakan lagu "Grenade".
Ketika itu semua penonton bahkan juri audisi dibuat
terkejut. Betapa tidak, dengan masih berseragam sekolah&tampil sangat apa
adanya, Fatin sanggup menghipnotis siapa saja yang mendengar suara uniknya itu.
Bahkan penulis sendiri awalnya tak menyangka kalau lagu Grenade itu penyanyi
aslinya laki-laki. Fatin sukses membuat "Grenade" menjadi lagunya
sendiri, dan disadari atau tidak, menjadi image dirinya.
Setelah melalui beberapa tahap penyaringan sampai
tampil di Gala Show hingga episode ke 5, Fatin mencoba mengeksplore kemampuan
bernyanyi sambil mengoptimalkan karakter vokal yang dimilikinya dengan
menyanyikan beberapa genre lagu. Nampaknya Fatin dengan bimbingan Rossa sebagai
mentor mencoba untuk lepas dari image Bruno Mars dan lagu "Grenade"
yang membuatnya demikian fenomenal.
Meski sempat tak maksimal pada Gala Show 2&3 saat
membawakan lagu Pudar (Rossa) dan Girl on Fire (Alicia Keys) namun karakter
vokal Fatin yang kuat mampu membuatnya bertahan. Progress mulai ditunjukkan
ketika ia membawakan lagu Don't Speak (No Doubt) dan Perahu Kertas (Maudy
Ayunda) pada Gala Show 4&5 yang lalu.
Dan pada Gala Show 6 kemarin, Fatin kembali membuktikan kekuatan
karakter vokalnya yang begitu menonjol dengan membawakan lagu Bruno Mars lagi.
Jujur, awalnya penulis sempat khawatir para juri yang
kritis akan mengkritik Fatin habis-habisan karena belum bisa lepas dari
image Bruno Mars dan
"Grenade"nya. Tapi ternyata
kenyataannya tak sebagaimana yang penulis takutkan. Fatin justru mampi tampil
lepas. Lepas dari bayang-bayang Bruno Mars dan image Grenadenya, meskipun
diakui diakui Fatin bahwa Bruno Mars memang cukup menginspirasinya. Calon Diva
masa depan ini mampu menguasai "It Will Rain" dengan caranya sendiri,
berbeda dengan gaya Bruno Mars sebagai penyanyi aslinya. Jika Bruno Mars, yang
diproyeksikan sebagai "pengganti" Michael Jackson itu lebih banyak
memainkan nada-nada tinggi saat membawakan hits tersebut, Fatin justru mampu
mensiasati dengan gayanya sendiri tanpa harus terjebak pada permainan nada-nada
tinggi yang memang masih riskan baginya.
Alhasil, semua juri memberikan apresiasi positif
padanya. Diawali Dhani yang minggu lalu sempat bilang rela jika Fatin jadi
juara, kali ini ia berkomentar singkat : "Dhani masih suka suara
kamu". Sementara Bebi Romeo yang seringkali kritis pada Fatin, malam itu
justru berani berkomentar bahwa It Will Rain versi Fatin lebih bagus daripada
versi Bruno Mars. Anggunpun ikut mengamini pernyataan Bebi dan mengaku selalu
penasaran dengan penampilan Fatin sebab masih banyak potensi dalam diri Fatin
yang harus dikeluarkan.
Dari dua lagu Bruno Mars yang telah dinyanyikan Fatin,
memang menunjukkan bahwa Fatin cukup terinspirasi Bruno Mars meskipun dia
mengaku bukan penggemar beratnya. Tak dapat dipungkiri, Grenade dan It Will
Rain mampu dibawakan Fatin dengan baik, berbeda dengan versi aslinya sebab dari
jenis dan karakter vokal, Fatin & Bruno Mars tentu saja tak sama. Terbukti
Fatin mampu memberi suasana berbeda pada dua lagu tersebut, dan lagu-lagu lain
yang telah dinyanyikannya.
Penampilan Fatin di Gala Show 6 setidaknya menjawab kritik&saran
Indra Aziz sebagai pelatih vokal yang berharap Fatin mampu lepas dari image
Bruno Mars dan "Grenade"nya. Dan Fatin mampu membuktikan bahwa ia
mampu bernyanyi dengan gayanya sendiri. Fatin adalah Fatin, bukan Bruno Mars.
Semoga Fatin makin mampu mengoptimalkan karakter vokalnya yang unik dan
mengasah teknik vokal sehingga dapat selalu memberikan warna yang berbeda dari
setiap lagu yang dibawakannya.
Probolinggo, 30 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar