Tak
dapat dipungkiri tayangan X Factor Indonesia (XFI) yang memasuki babak Gala
Live Show ke 5 pekan ini telah menjadi acara TV yang paling dinanti. Rating
yang tinggi, setidaknya terbukti dengan panjangnya durasi iklan yang hampir
mengalahkan durasi program itu sendiri, menunjukkan tingginya antusiasme
masyarakat untuk menyaksikannya secara langsung di rumah melalui pesawat TV.
Jam
tayang yang cukup malam, bahkan hingga lewat tengah malam hingga acara ini usai
tak menyurutkan minat pemirsa di rumah untuk tetap memelototi TV mereka di
rumah hingga mereka mengetahui siapa yang harus pulang di tiap episodenya.
Dan
yang tak dapat dipungkiri, meskipun ini mungkin pendapat subjektif penulis
juga, kehadiran “anak tetangga yang biasa lewat depan rumah” a.k.a Fatin
Shidqia Lubis menjadi daya tarik terbesar program siar ini. Karakter suaranya
yang “one of a kind” benar-benar sangat khas dan kuat. Belum lagi penampilannya
yang polos dan apa adanya (karena memang Fatin berangkat apa adanya) menjadi
suatu hal yang membuat penasaran. Rasa penasaran inilah yang membuat mereka
terus tertarik untuk menyimak segala sesuatu tentang Fatin tiap hari hingga tiap
pekan saat dia tampil live.
Keikutsertaan
Fatin yang penampilannya sangat mengejutkan, membuat heboh media untuk
mengangkatnya menjadi bahan berita, bahan tulisan dan diskusi yang sangat
menarik. Ketidakistimewaannya karena berangkat dari bukan siapa-siapa tanpa
latar belakang pengalaman bermusik yang kuat sebagaimana kontestan lainnya,
justru membuatnya menjadi istimewa karena dia sukses mengimbangi para finalis
lain yang jauh lebih berpengalaman darinya.
Untuk
tolok ukur yang satu ini saja, banyak yang terprovokasi. Yang belum paham
bagaimana sebenarnya persyaratan untuk mengikuti X Factor, mempertanyakan
bagaimana bisa mereka yang sudah pernah masuk dapur rekaman, menelurkan
beberapa album dan pernah juara di ajang festival musik internasional diperbolehkan
mengikuti audisi bahkan lolos hingga gala live show. Mereka menilai tidak adil
jika harus menghadapkan peserta yang belum berpengalaman dengan peserta yang
sudah sangat berpengalaman. Yang tak berpengalaman seperti Fatin, sebagai
barometer, harus menghadapi peserta lain yang sangat profesional.
Bagi
mereka yang sudah sangat paham bagaimana sebenarnya persyaratan untuk mengikuti
ajang pencarian bakat bergengsi ini tentu saja tak mempermasalahkan
keikutsertaan peserta yang sudah sangat berpengalaman dan profesional di
bidangnya. Karena memang, untuk pencarian bakat kreasi Simon Cowell ini tak ada
batasan usia dan tak ada ketentuan mereka yang pernah rekaman bahkan yang sudah
profesional sekalipun untuk ikut serta. Asalkan lolos babak audisi dan tahap selanjutnya
hingga tahap eliminasi dimana yang menentukan akhirnya para SMSers.
Jadi,
siapapun boleh ikut serta menjadi peserta X Factor. Namun disadari atau tidak,
mereka yang tak mempersalahkan hal tersebut justru sebenarnya telah ikut
terprovokasi. Berbagai respon dalam bentuk tulisan di media maupun dalam
berbagai forum diskusi di dunia maya bermunculan untuk memperjelas bahwa tak
ada yang perlu dipermasalahkan. Kalau memang tak ada yang perlu
dipermasalahkan, menagapa harus diperpanjang permasalahannya? Inilah bukti
kalau kita semua sebenarnya telah terprovokasi oleh Fatin.
Hampir
tiap hari, bahkan mungkin tiap jam selalu ada tulisan baru entah itu dalam
bentuk berita, artikel maupun forum diskusi yang membahas anak ajaib ini. Di
forum Kompasiana ini saja, tulisan tentang Fatin pasti menjadi tulisan yang
banyak dibaca hingga angka ribuan kali. Disadari atau tidak, Fatin sukses
memprovokasi kita untuk terus membahasnya dalam beragam bentuk dengan segala
macam alasan baik itu subyektif atau obyektif.
Kembali
kepada topik “siapapun boleh ikut X factor”, yaaa… semua boleh ikut X Factor
tak peduli muda (bukan anak-anak), kakek-kakek atau nenek-nenek, amatir,
profesional, penyanyi kamar mandi, penyanyi dapur rumah hingga artis yang
pernah masuk dapur rekaman sah-sah saja untuk mengikuti ajang bergengsi yang
mampu mengatrol popularitas ini. Banyak tahap yang harus dilalui mulai seleksi
saat audisi oleh para juri hingga babak eliminasi. Mereka yang punya faktor X,
sebagaimana tittle program ini, yang mempunyai kans besar lolos babak audisi
hingga Gala Live Show. Setidaknya semua terwakili oleh finalis yang lolos 13
besar yang lalu.
Untuk
selanjutnya, masyarakat khususnya pemisrsa TV di rumah yang akan menentukan
siapa yang memang layak untuk terus lolos hingga babak berikutnya melalui
dukungan SMS. Persaingan di luar acara live di TV juga terus berlangsung baik
itu melalui pemberitaan di media massa hingga dukungan di jejaring sosial
seperti Facebook, Twitter danYoutube. Untuk yang satu ini, berdasarkan data dan
fakta yang ada, Fatin adalah jawaranya.
Disini
yang terpopulerlah yang tentunya akan terus melaju. Dan untuk menjadi yang
terpopuler tak hanya kemerduan suara, wajah yang menawan dan kelebihan dalam
hal tehnik menyanyi yang menjadi penilaian khalayak, bukan juri karena para
juri lebih cenderung menilai faktor teknis yang bisa mereka amati dan komentari
sesuai kemahiran mereka yang memang sangat paham dunia showbiz.
Ada
faktor lain yang menjadi dasar penilaian khalayak terutama penikmat setia X
Factor, yaitu faktor X, faktor yang tak bisa dijelaskan, faktor yang terkadang
tak rasional karena bagaimana mungkin penyanyi kamar mandi memiliki lebih
banyak penggemar daripada penyanyi profesional yang sangat berpengalaman,
faktor yang bagi sebagian kecil orang biasa-biasa saja tapi justru bisa sangat
menghibur dan luar biasa bagi sebagian besar orang. Faktor yang, maaf… mungkin
penulis subjektif, faktor X yang ada pada Fatin Shidqia.
Disaat
peserta yang sangat berpengalaman tampil dengan segala kelebihan yang mereka
miliki, mungkin memang enak untuk dinikmati dengan suaranya yang memanjakan
telinga serta teknik menyanyi yang luar biasa. Tapi akhirnya itu akan menjadi
biasa-biasa saja dan wajar jika melihat semua pengalaman dan jam terbang yang
tinggi.
Jadi,
buat kalian yang biasa-biasa saja dan tak berpengalaman tak perlu khawatir.
Kalian masih punya kesempatan untuk ikut X Factor tahun depan karena siapa saja
boleh ikut XFI. Siapkan diri kalian mulai sekarang. Optimalkan karakter yang
dimiliki, sebagaimana komentar Dhani, dan temukan faktor X kalian mulai
sekarang, mudah-mudahan saat pendaftaran XFI musim depan kalian sudah
menemukannya. Tak perlu minder dengan mereka yang telah berpengalaman, sebab
Fatin telah membuktikan bahwa dirinya bisa jadi lebih populer dan menjadi luar
biasa justru karena dia berangkat dari bukan siapa-siapa.
Siap-siap
juga jika musim berikutnya akan banyak artis profesional yang kini tenggelam
dan ingin menaikkan kembali popularitasnya ikut serta sebagai peserta XFI. Dan
bisa jadi XFI tahun depan akan dipenuhi oleh politikus yang hobby menyanyi yang
juga calon peserta beberapa Pemilihan (Pil) baik itu Pilkada, Pileg bahkan
Pilpres. Mungkin saja, karena XFI terbukti mampu menaikkan popularitas artis
yang kemarin nyaris tak terdengar menjadi terkenal, dan ini dapat dimanfaatkan
untuk mendongkrak popularitas para calon peserta Pil-Pil yang akan digelar
tahun depan untuk menjaring dukungan suara.
Probolinggo, 22 Maret 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar