“Simpati” tiba-tiba menjadi kata yang
ramai diperbincangkan dan diperdebatkan menyusul pernyataan Anggun, salah satu
juri X Factor Indonesia (XFI) setelah mengomentari penampilan Fatin Shidqia
Lubis. Pada penampilan keduanya di gala Show 9, Fatin berduet dengan Vina
Panduwinata membawakan lagu “Logika”
Menurut
Anggun, penampilan Fatin biasa-biasa saja, tapi simpati rakyat Indonesia yang
besar membuatnya aman. "Kamu aman karena simpati publik. Simpatinya besar
sekali dari masyarakat Indonesia," kata Anggun.
Komentar
Anggun tersebut seolah menghapus pujian yang telah disampaikannya pada Fatin di
penampilan-penampilan terdahulu. Seolah-olah Fatin hanya mengandalkan simpati
rakyat Indonesia saja untuk bisa bertahan hingga sejauh ini, tanpa memperhatikan karakter vokal,
keunikan dan kelebihan lain yang dimiliki Fatin.
Jika kita kembali ke Kamus Besar Bahasa
Indonesia, disitu disebutkan definisi “simpati” adalah 1. rasa kasih;
rasa setuju (kpd); rasa suka 2 keikutsertaan merasakan perasaan (senang,
susah, dsb) orang lain. Sedangkan di Wikipedia dijelaskan bahwa Simpati
adalah suatu proses seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain, sehingga
mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain.
Lebih lanjut dijelaskan di Wikipedia,
dalam simpati, perasaan memegang peranan penting. Seseorang merasa simpati pada
orang lain karena sikap, penampilan, wibawa, atau perbuatannya. Jadi, betul
jika simpati masyarakat Indonesia sangat besar untuk Fatin dan itu bukan tanpa
alasan.
Saya sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia yang tinggal Probolinggo simpati pada Fatin karena ia punya karakter
vokal yang khas, unik, penampilannya sederhana, berjilbab, lucu dan yang jelas
ia punya faktor X yang tak bisa saya jelaskan tapi mampu membuat saya betah
berlama-lama menunggu penampilannya di TV meskipun sampai lewat larut malam.
Sekali lagi simpati masyarakat Indonesia
yang menurut Anggun sangat besar itu bukan tanpa alasan. Masyarakat tentunya
makin cerdas dan mampu memberikan penilaian mana yang memang layak untuk disuka
dan mana yang harus diacuhkan.
Masyarakat tentunya mampu mengapresiasi
usaha yang dilakukan Fatin untuk bisa bertahan sampai sejauh ini, sebab bisa
dikatakan ia berangkat dari bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Dan yang
pasti, masyarakat Indonesia yang simpati itu tentunya dalam keadaan sadar
ketika mengungkapkan simpatinya dan tidak dalam pengaruh hipnotisme massa untuk
suka pada Fatin.
Perlu saya sampaikan juga, saya
penggemar Anggun bahkan sejak saya masih SMP dulu ketika dia populer dengan lagu
“Tua-Tua Keladi”. Meminjam istilah Anggun, saya simpati padanya sejak saya
masih SMP. Dan rasa simpati saya itu cukup beralasan.
Saya
simpati karena ketika itu ia sudah menjadi lady rocker di usia belia, dan yang
paling membikin saya simpati lagi penampilannya ketika itu apa adanya tanpa
make up berlebih dan jauh dari kesan glamour . Bahkan konon ketika itu Anggun
risih kalau harus dimake up.
Sebenarnya tak ada yang perlu
dipusingkan dengan pernyataan Anggun yang sedikit bernada sentimen itu. Justru
apa yang disampaikan Anggun menunjukkan betapa besar pengaruh Fatin di tengah
masyarakat saat ini.
Pernyataan Anggun itu merupakan pengakuan
bahwa Fatin memang telah menjadi sosok yang sedemikian populernya di negeri
Indonesia Raya ini, bahkan melebihi anak didik Anggun sendiri. Bahkan
pernyataan itu bisa jadi merupakan indikasi bahwa Fatin yang akan tampil
sebagai juara, sebab Anggun berani membawa nama masyarakat Indonesia yang
jumlahnya ratusan juta.
Probolinggo,
20 April 2013
Twitter
: @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar