Kamis, 30 Januari 2014

XFI : Belajar dari Outnya Shena (Ketika Voting SMS Paling Menentukan)



Sejak Gala Show 10 kemarin, X Factor Indonesia (XFI) murni menggunakan hasil voting SMS untuk menentukan siapa yang terus lanjut dan siapa yang harus out. Dan korban pertama sistem eliminasi tanpa "save me song" ini adalah Shena Malsiana, teman satu mentor Fatin Shidqia Lubis.
Banyak yang menyayangkan keluarnya Shena, sebab tak dapat dipungkiri, bagi pemerhati musik yang pendengarannya masih normal termasuk saya yang amatir soal musik, Shena selalu tampil bagus di tiap Gala Show. Penikmat musik mungkin sepakat bahwa Shena punya kelebihan baik dari karakter, tehnik vokal dan musikalitasnya yang mampu membuat setiap lagu yang dibawakannya begitu mudah&indah didengar.
Para juri pun seakan tak pernah bosan menikmati dan memuji penampilan Shena. Anggun bahkan mengaku menyesal Shena tak masuk kategori yang dimentorinya. Bebi Romeo pun akhirnya mengaku ngefans pada Shena. Bebi bahkan menganggap posisi Shena bersama Novita di bottom two kemarin adalah hal yang "ngaco".  
Secara keseluruhan Shena memang potensial untuk menjadi penyanyi/musisi besar negeri ini dengan semua pengalaman dan kelebihan yang dimilikinya. Sebenarnya ia pun pantas masuk babak grand final dan bersaing dengan salah satu finalis lain, siapapun itu.
Dari keluarnya Shena kita dapat mengambil pelajaran berharga. Jelang grand final tak ada lagi hak veto juri yang sanggup menyelamatkan finalis bottom two. Tak ada lagi save me song yang bisa jadi penyambung asa ke babak berikutnya. Kali ini dan seterusnya, voting SMS yang paling menentukan lanjut tidaknya ke babak berikut hingga jadi juara nanti.
Voting SMS sebagai dasar, sebenarnya meringankan beban para juri yang pada awal-awal Gala Show sering dinilai tidak tepat dan kurang peka dalam menentukan siapa yang harus diselamatkan dari bottom two. Para fans tak bisa lagi menyalahkan juri, sebab keputusan mutlak ada pada jumlah SMS dan telpon dukungan yang mereka kirim. Jadi jika idolanya harus keluar, tentunya para penggemar harus introspeksi apakah mereka sudah maksimal memberikan dukungan.
Tapi, meskipun voting SMS paling menentukan bukan berarti para finalis harus pasrah. Justru ini merupakan tantangan sekaligus pembuktian bahwa mereka layak untuk mendapat dukungan sebanyak-banyaknya. Selain dukungan SMS yang pasti dari penggemar fanatik, mereka masih bisa memanfaatkan floating SMSers yang tentunya akan memberikan dukungan berdasar bagus tidak penampilan finalis yang dilihatnya. Dan andaipun akhirnya harus dikalahkan voting SMS, setidaknya mereka mampu meninggalkan kesan yang mendalam.
Seperti dialami Shena yang akhirnya harus meninggalkan XFI dengan segala pujian dan sanjungan atas penampilannya yang selalu memukau serta menghibur. Shena pulang dengan kepala tegak, sebab ia telah mampu menunjukkan kapasitas dan kapabilitasnya yang luar biasa itu, meskipun akhirnya harus mengakui kedahsyatan voting SMS.
Seperti sudah seringkali saya sampaikan pada artikel-artikel terdahulu, jika ingin idola kita lanjut terus dan jadi juara XFI musim pertama ini jangan pernah lelah untuk memberikan dukungan baik lewat SMS atau line telepon. Sebab saat ini, dukungan kita yang paling menentukan! Dan jika idola kita akhirnya out, jangan mencari kambing hitam apalagi menjelek-jelekkan pihak lain. Fanatik boleh asal santun dan simpatik. Sebagai penggemar fanatik silakan miilitan, asalkan sopan.


Probolinggo, 29 April 2013
Follow me :@Dody_Kasman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar