Sejak Gala Show 10 kemarin, X Factor Indonesia (XFI)
murni menggunakan hasil voting SMS untuk menentukan siapa yang terus lanjut dan
siapa yang harus out. Dan korban pertama sistem eliminasi tanpa "save me
song" ini adalah Shena Malsiana, teman satu mentor Fatin Shidqia Lubis.
Banyak yang menyayangkan keluarnya Shena, sebab tak
dapat dipungkiri, bagi pemerhati musik yang pendengarannya masih normal
termasuk saya yang amatir soal musik, Shena selalu tampil bagus di tiap Gala
Show. Penikmat musik mungkin sepakat bahwa Shena punya kelebihan baik dari
karakter, tehnik vokal dan musikalitasnya yang mampu membuat setiap lagu yang
dibawakannya begitu mudah&indah didengar.
Para juri pun seakan tak pernah bosan menikmati dan
memuji penampilan Shena. Anggun bahkan mengaku menyesal Shena tak masuk
kategori yang dimentorinya. Bebi Romeo pun akhirnya mengaku ngefans pada Shena.
Bebi bahkan menganggap posisi Shena bersama Novita di bottom two kemarin adalah
hal yang "ngaco".
Secara keseluruhan Shena memang potensial untuk
menjadi penyanyi/musisi besar negeri ini dengan semua pengalaman dan kelebihan
yang dimilikinya. Sebenarnya ia pun pantas masuk babak grand final dan bersaing
dengan salah satu finalis lain, siapapun itu.
Dari keluarnya Shena kita dapat mengambil pelajaran
berharga. Jelang grand final tak ada lagi hak veto juri yang sanggup
menyelamatkan finalis bottom two. Tak ada lagi save me song yang bisa jadi
penyambung asa ke babak berikutnya. Kali ini dan seterusnya, voting SMS yang
paling menentukan lanjut tidaknya ke babak berikut hingga jadi juara nanti.
Voting SMS sebagai dasar, sebenarnya meringankan beban
para juri yang pada awal-awal Gala Show sering dinilai tidak tepat dan kurang
peka dalam menentukan siapa yang harus diselamatkan dari bottom two. Para fans
tak bisa lagi menyalahkan juri, sebab keputusan mutlak ada pada jumlah SMS dan
telpon dukungan yang mereka kirim. Jadi jika idolanya harus keluar, tentunya
para penggemar harus introspeksi apakah mereka sudah maksimal memberikan
dukungan.
Tapi, meskipun voting SMS paling menentukan bukan
berarti para finalis harus pasrah. Justru ini merupakan tantangan sekaligus
pembuktian bahwa mereka layak untuk mendapat dukungan sebanyak-banyaknya. Selain
dukungan SMS yang pasti dari penggemar fanatik, mereka masih bisa memanfaatkan
floating SMSers yang tentunya akan memberikan dukungan berdasar bagus tidak
penampilan finalis yang dilihatnya. Dan andaipun akhirnya harus dikalahkan
voting SMS, setidaknya mereka mampu meninggalkan kesan yang mendalam.
Seperti dialami Shena yang akhirnya harus meninggalkan
XFI dengan segala pujian dan sanjungan atas penampilannya yang selalu memukau serta
menghibur. Shena pulang dengan kepala tegak, sebab ia telah mampu menunjukkan
kapasitas dan kapabilitasnya yang luar biasa itu, meskipun akhirnya harus
mengakui kedahsyatan voting SMS.
Seperti sudah seringkali saya sampaikan pada
artikel-artikel terdahulu, jika ingin idola kita lanjut terus dan jadi juara
XFI musim pertama ini jangan pernah lelah untuk memberikan dukungan baik lewat
SMS atau line telepon. Sebab saat ini, dukungan kita yang paling menentukan!
Dan jika idola kita akhirnya out, jangan mencari kambing hitam apalagi
menjelek-jelekkan pihak lain. Fanatik boleh asal santun dan simpatik. Sebagai
penggemar fanatik silakan miilitan, asalkan sopan.
Probolinggo,
29 April 2013
Follow
me :@Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar