Popularitas Fatin Shidqia Lubis tak perlu diragukan
lagi. Keberhasilannya menembus 3 (tiga) besar X Factor Indonesia (XFI)
merupakan salah satu bukti bahwa ia memang memiliki banyak penggemar dengan
kekuatan fanbase yang tak sedikit pula.
Meskipun terhitung masih remaja, namun penggemarnya
tak melulu dari kalangan remaja atau ABG (Anak Baru Gedhe) saja. Banyak juga
anak-anak usia TK & SD yang mengidolakannya termasuk putri saya. Dan saya
yakin adik-adik atau putra/putri pembaca sekalian banyak juga yang menyukai
Fatin.
Dan bukan suatu hal yang mengejutkan jika banyak orang
yang sudah berumur a.k.a dewasa juga mengaguminya, seperti saya. Di berbagai
forum baik melalui jejaring sosial dan media online, orang-orang yang usianya
tak bisa dikatakan remaja lagi ikut meramaikan “diskusi” tentang siswi SMA yang
saat ini sedang populer tersebut.
Di forum keren macam Kompasiana ini saja bisa dilihat
berapa banyak tulisan tentang Fatin, baik yang bernada pro maupun kontra, yang
penulisnya kebanyakan adalah orang dewasa, berumur dan kaya pengalaman.
Setidaknya jika dilihat dari kualitas dan bobot tulisannya.
Demikian pula di twitter yang telah menjadi forum
diskusi, tukar pikiran dan juga saling debat baik antar sesama penggemar maupun
dengan penggemar lain bahkan juga dengan haters. Twitter telah menjadi satu
sumber kekuatan Fatin dengan jumlah followers mencapai 469 ribu lebih saat
tulisan ini dibuat.
Di twitter juga para penggemar Fatin menunjukkan
eksistensinya dengan membentuk beragam fanbase, yang jumlahnya mungkin sudah
mencapai ratusan dan jika dilihat dari nama-namanya, bisa jadi tersebar di
seluruh penjuru Indonesia Raya bahkan ada juga fanbase negeri tetangga.
Dan yang terbaru, adalah berdirinya fanbase Fatin yang
jika dilihat dari namanya adalah fanbase generasi “tua”. Fatinistic_Jadoel, begitu
nama akun twitter dengan username @FatinisticJadul itu.
Akun twitter ini lahir tanggal 7 Mei 2013 malam dan
dibidani oleh beberapa tweeps “dewasa”. Proses pembentukan, pemilihan nama
hingga penentuan admin memakan waktu yang cukup lama dengan proses diskusi dan
perdebatan yang sengit.
Ada yang menarik saat pemilihan nama akun ini. Ada
yang mengusulkan nama Fatinistic_Oldies, Fatinistic_Overage, Fatinistic_Over26
hingga “Fatinistic_Adult”. Malah saya juga sebenarnya mau usul nama
“Fatinistic_Mature”, tapi karena pertimbangan kepantasan akhirnya saya urungkan
niat itu.
Akhirnya dipilih dan ditetapkanlah nama resmi :
Fatinistic_Jadoel. Pada profil akun ini disebutkan bahwa Fatinistic_Jadoel
adalah “Penggemar Berat Fatin Shidqia Lubis - X Factor Indonesia Dengan
Pemikiran Yang Matang Nan Dewasa.” Rupanya Fatinistic_Jadoel tak ingin membuat
segmentasi usia anggota/followersnya.
Artinya, semua penggemar, pendukung dan pemerhati
Fatin boleh bergabung tanpa harus melihat seberapa tua usia mereka. Fanbase ini
terbuka untuk semua kelompok umur, golongan dan profesi. Yang menjadi penekanan
kata “Jadul” adalah pemikiran yang dewasa dan bijak, bukan ketuaan berdasar
sudah berapa lama mereka hidup di dunia
ini.
Berdasar pengamatan saya yang juga sahabat tweeps para
founder Fatinistic_Jadoel, sebagian besar pendiri fanbase ini adalah para
Fatinistic senior yang memang tak bisa dibilang muda lagi. Loyalitas, fanatisme
dan militansi mereka tak kalah dengan para Fatinistic yang usianya jauh dibawah
mereka.
Setidaknya itu yang bisa saya tangkap dari percakapan,
gaya bahasa hingga foto profil di twitter serta dari pengakuan mereka sendiri
yang tak gengsi tapi justru bangga dengan ketuaannya. Dan kini,
@FatinisticJadul sudah eksis dan semakin kebanjiran followers yang tak hanya
dari kalangan dewasa tapi juga Fatinistic remaja.
Kehadiran Fatinistic_Jadoel dengan para senior yang
menggawangi, membuktikan bahwa penggemar dan pemerhati Fatin bukan hanya
kalangan remaja dan ABG saja. Ini menunjukkan bahwa pesona dan faktor X Fatin
mampu menembus batasan ruang dan waktu, batasan wilayah dan usia.
Fatin bukan hanya milik remaja seusianya, tapi juga
lintas generasi. Generasi yang sudah ada bahkan sebelum Fatin lahir. Generasi
yang sebenarnya lebih pantas disebut ayah/ibu atau kakek/nenek bagi Fatin. Dan
inilah yang juga menjadi kekuatan Fatin untuk terus bertahan di XFI dan modal
berharga nanti, ketika ia memutuskan untuk serius terjun di industri musik
tanah air.
Yang jelas, kelahiran Fatinistic_Jadoel bukan untuk
membuat sekat-sekat antara kaum muda dengan kaum tua, tetapi lebih pada upaya
untuk memperkaya khazanah per-fanbase-an Fatin di dunia twitter. Kehadiran
fanbase ini diharapkan mampu menjadi alternatif bagi para Fatinistic untuk
menunjukkan eksistensi dan dukungan pada Fatin dengan cara yang mungkin lebih
dewasa dan bijak.
Fatinistic_Jadoel diharapkan mampu menjadi
penyeimbang, penengah sekaligus advisor bagi Fatinistic muda yang lebih enerjik,
agresif dan reaktif. Dengan cara berpikir yang lebih dewasa, diharapkan
Fatinistic_Jadoel melalui tweet dan mention bijaknya dapat memberikan
pencerahan kepada para Fatinistic muda dalam memberikan dukungan pada Fatin.
Sebab jika diamati, masih ada saja oknum yang mengaku
Fatinistic tapi tak mampu menjaga sikap dan perkataan, meskipun hanya di dunia
maya seperti twitter. Masih ada oknum yang seenaknya mengeluarkan kata-kata tak
pantas dan sok berani mengeluarkan pendapat yang sebenarnya tak layak dipublish.
Ini justru bisa jadi bumerang bagi Fatin dan Fatinistic. Citra Fatinistic bisa
rusak hanya karena ulah segelintir oknum yang tak bertanggungjawab dan membabi
buta seperti itu.
Disinilah Fatinistic_Jadoel diharapkan bisa
mengingatkan dan memberikan saran, atau setidaknya memberikan contoh bagaimana
sebenarnya seorang fans sejati itu harus bersikap dalam menunjukkan dukungannya
pada sang idola. Tentunya dengan cara yang simpatik, sopan dan bermartabat
tanpa harus mencela pihak lain.
Kehadiran Fatinistic_Jadoel dengan para admin yang sepengetahuan
saya tak perlu diragukan lagi kredibilitasnya, diharapkan juga bisa bertindak
sebagai mediator jika terjadi persinggungan antar kelompok penggemar, antara
lovers dan haters.
Dan jelang grand final XFI, Fatinistic_Jadoel dapat
memposisikan dirinya, selain sebagai pendukung setia Fatin Shidqia juga sebagai
penyejuk di tengah panasnya atmosfer persaingan antara finalis dan kelompok
penggemarnya masing-masing.
Memang dengan usianya yang masih dalam hitungan jam,
tentu semua harapan itu tak bisa serta merta terlaksana, mengingat keterbatasan
para admin yang juga manusia biasa. Butuh proses dan waktu yang tak sebentar
untuk mewujudkan idealisme fanbase seperti itu.
Akhirnya, saya sebagai Fatinistic tua dan juga sahabat
para admin yang mengelola akun @FatinisticJadul mengucapkan selamat atas
lahirnya fanbase alternatif ini. Semoga makin jaya, selalu eksis tak hanya
selama Fatin menjadi finalis XFI saja tapi juga nanti setelah Fatin benar-benar
memutuskan untuk terjun ke industri musik profesional.
Probolinggo,
9 Mei 2013
Follow
: @FatinisticJadul
Follow
me : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar