Kamis, 30 Januari 2014

X Factor: Ketika Voting SMS Sangat Menentukan



X Factor Indonesia (XFI) telah melalui babak Gala Show 8. Semakin banyak kejutan yang disajikan, entah karena itu melebihi harapan atau justru terjadi hal yang diluar dugaan. Finalis yang pada awalnya berjumlah 13 orang satu persatu berguguran di tiap Gala show disertai respon yang cukup beragam mulai yang menganggapnya wajar sebagai konsekuensi suatu kompetisi, hingga yang terlalu berlebih merespon sebagai akibat fanatisme membabi buta.
Di awal Gala Show penikmat XFI kehilangan Dicky yang memang memiliki suara unik dan penampilan berbeda dengan finalis pria lainnya. Banyak yang menyayangkan Dicky dikeluarkan lebih awal ketika itu.  Selanjutnya Dalagita, Yohanna dan Ilusia Girls harus mengalami nasib yang sama.  
Respon penikmat musik cerdas mulai ramai saat Agus Hafiludin harus out pada Gala Show 5 . Reaksi cukup keras kembali muncul saat Alex Rudiart pulang pada gala Show 6. Seketika itu para juri mendapat hujan kritik dan protes dari penggemar Alex yang tak terima idolanya dipulangkan.
Pertanyaan pun muncul, mengapa Alex harus dikalahkan oleh Gede Bagus yang penampilannya memang tak terlalu istimewa. Atmosfer XFI yang panas perlahan mereda seiring bergulirnya Gala Show 7 ketika Gede Bagus akhirnya harus pulang.
Terakhir Jum’at kemarin, pada Gala Show 8 secara mengejutkan pula giliran Isa Raja yang akhirnya harus terhenti langkahnya setelah pada segmen “save me song” mengalami deadlock dan harus menerima kenyataan hasul voting SMSnya yang terendah. Sekarang tinggal 5 finalis yang tersisa yaitu Fatin, Nu Dimension, Mikha, Shena dan Novita Dewi.
Jika diperhatikan dari 8 (delapan) finalis yang telah tersisih, beberapa diantara mereka justru memiliki nilai lebih baik itu kekuatan vokal, kematangan tehnik bernyanyi dan penguasaan panggung. Pertanyaanpun bermunculan dan menjadi bahan diskusi menarik, mengapa mereka bisa tersisih?
Berbagai opini dalam bentuk artikel maupun forum diskusi di dunia maya mengulasnya. Bermacam analisa lengkap dengan alasan untuk meyakinkan bahwa beberapa finalis sebenarnya tak pantas untuk kalah. Standard penilaian dan penentuan tentang siapa yang harus pulang, siapa yang harus dipertahankan juga dipertanyakan.
Pembandingan-pembandingan tak tereleakkan antara finalis yang sudah tersisih dengan finalis yang masih bertahan.  Demikian pula perbandingan antara  sesama finalis yang bertahan juga diciptakan untuk menghangatkan suasana disertai prediksi siapa yang akan pulang dan siapa yang akhirnya jadi  juara.
Namun dibalik semua asumsi, argumentasi dan prediksi tersebut tentunya kita tak boleh melupakan bahwa satu hal bahwa pada talent show semacam XFI ini penentuan nasib finalis adalah berdasarkan voting SMS. Siapa yang memperoleh dukungan SMSterbanyak, dialah yang akan selamat dan melaju ke babak selanjutnya. 2 (dua) orang finalis dengan SMS terendah harus melalui babak save me song dan jika deadlock keputusan kembali pada hasil voting.    
Sekali lagi, voting SMS lah yang sangat menentukan. Penampilan selama Gala Show tak bisa dijadikan patokan untuk selamat dan bisa melaju ke Gala Show berikut. Beberapa finalis yang tampil luar biasa dan mendapat pujian dari seluruh juri justru bisa tersingkir, seperti yang telah dialami Agus, Alex dan Isa Raja. Dan sebaliknya, finalis yang tampil standard dan sering mendapat kritikan juri justru bisa melenggang ke babak berikutnya. Siapa yang SMSersnya terbanyak, dialah yang selamat.
Namun bukan berarti semua finalis yang tersisa harus mengandalkan hasil vote SMS saja. Justru mereka harus lebih terpacu untuk memberikan penampilan terbaiknya di sisa Gala Show menuju grand final. Sebab penampilan yang bagus juga dapat menarik simpati pemirsa di rumah untuk mengirim SMS dukungan.
Meskipun penentu utama adalah hasil voting SMS, tentunya semua finalis ingin dan selalu berusaha menunjukkan penampilan terbaiknya, demikian pula para penggemar yang tak mau idolanya tampil mengecewakan. Jika akhirnya tak lolos, setidaknya mereka bisa pulang dengan kepala tegak karena telah memberikan penampilan terbaik walaupun kalah dukungan SMS.

Probolinggo, 14 April 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar