X Factor Indonesia (XFI) telah
melalui babak Gala Show 8. Semakin banyak kejutan yang disajikan, entah karena
itu melebihi harapan atau justru terjadi hal yang diluar dugaan. Finalis yang
pada awalnya berjumlah 13 orang satu persatu berguguran di tiap Gala show
disertai respon yang cukup beragam mulai yang menganggapnya wajar sebagai
konsekuensi suatu kompetisi, hingga yang terlalu berlebih merespon sebagai
akibat fanatisme membabi buta.
Di awal Gala Show penikmat XFI
kehilangan Dicky yang memang memiliki suara unik dan penampilan berbeda dengan
finalis pria lainnya. Banyak yang menyayangkan Dicky dikeluarkan lebih awal
ketika itu. Selanjutnya Dalagita,
Yohanna dan Ilusia Girls harus mengalami nasib yang sama.
Respon penikmat musik cerdas
mulai ramai saat Agus Hafiludin harus out pada Gala Show 5 . Reaksi cukup keras
kembali muncul saat Alex Rudiart pulang pada gala Show 6. Seketika itu para
juri mendapat hujan kritik dan protes dari penggemar Alex yang tak terima
idolanya dipulangkan.
Pertanyaan pun muncul, mengapa
Alex harus dikalahkan oleh Gede Bagus yang penampilannya memang tak terlalu
istimewa. Atmosfer XFI yang panas perlahan mereda seiring bergulirnya Gala Show
7 ketika Gede Bagus akhirnya harus pulang.
Terakhir Jum’at kemarin, pada
Gala Show 8 secara mengejutkan pula giliran Isa Raja yang akhirnya harus
terhenti langkahnya setelah pada segmen “save me song” mengalami deadlock dan
harus menerima kenyataan hasul voting SMSnya yang terendah. Sekarang tinggal 5
finalis yang tersisa yaitu Fatin, Nu Dimension, Mikha, Shena dan Novita Dewi.
Jika diperhatikan dari 8 (delapan)
finalis yang telah tersisih, beberapa diantara mereka justru memiliki nilai
lebih baik itu kekuatan vokal, kematangan tehnik bernyanyi dan penguasaan
panggung. Pertanyaanpun bermunculan dan menjadi bahan diskusi menarik, mengapa
mereka bisa tersisih?
Berbagai opini dalam bentuk
artikel maupun forum diskusi di dunia maya mengulasnya. Bermacam analisa
lengkap dengan alasan untuk meyakinkan bahwa beberapa finalis sebenarnya tak
pantas untuk kalah. Standard penilaian dan penentuan tentang siapa yang harus
pulang, siapa yang harus dipertahankan juga dipertanyakan.
Pembandingan-pembandingan tak
tereleakkan antara finalis yang sudah tersisih dengan finalis yang masih
bertahan. Demikian pula perbandingan
antara sesama finalis yang bertahan juga
diciptakan untuk menghangatkan suasana disertai prediksi siapa yang akan pulang
dan siapa yang akhirnya jadi juara.
Namun dibalik semua asumsi, argumentasi
dan prediksi tersebut tentunya kita tak boleh melupakan bahwa satu hal bahwa pada
talent show semacam XFI ini penentuan nasib finalis adalah berdasarkan voting
SMS. Siapa yang memperoleh dukungan SMSterbanyak, dialah yang akan selamat dan
melaju ke babak selanjutnya. 2 (dua) orang finalis dengan SMS terendah harus
melalui babak save me song dan jika deadlock keputusan kembali pada hasil
voting.
Sekali lagi, voting SMS lah yang sangat
menentukan. Penampilan selama Gala Show tak bisa dijadikan patokan untuk
selamat dan bisa melaju ke Gala Show berikut. Beberapa finalis yang tampil luar
biasa dan mendapat pujian dari seluruh juri justru bisa tersingkir, seperti
yang telah dialami Agus, Alex dan Isa Raja. Dan sebaliknya, finalis yang tampil
standard dan sering mendapat kritikan juri justru bisa melenggang ke babak
berikutnya. Siapa yang SMSersnya terbanyak, dialah yang selamat.
Namun bukan berarti semua finalis
yang tersisa harus mengandalkan hasil vote SMS saja. Justru mereka harus lebih
terpacu untuk memberikan penampilan terbaiknya di sisa Gala Show menuju grand
final. Sebab penampilan yang bagus juga dapat menarik simpati pemirsa di rumah
untuk mengirim SMS dukungan.
Meskipun penentu utama adalah
hasil voting SMS, tentunya semua finalis ingin dan selalu berusaha menunjukkan
penampilan terbaiknya, demikian pula para penggemar yang tak mau idolanya
tampil mengecewakan. Jika akhirnya tak lolos, setidaknya mereka bisa pulang
dengan kepala tegak karena telah memberikan penampilan terbaik walaupun kalah
dukungan SMS.
Probolinggo, 14 April 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar