Kamis, 30 Januari 2014

Hati-Hati Fatin, Gokil Bisa Sebabkan Kolesterol



Setelah “lupa lirik” sempat menjadi trending topic selama sepekan kemarin, lagi-lagi Fatin Shidqia Lubis menjadi trendsetter.  Kali ini kata “gokil” sepertinya akan kembali menjadi trending topic dalam waktu yang cukup lama. Sebenarnya “gokil” selalu menjadi trend dan tidak pernah basi di kalangan remaja.
Dalam beberapa kesempatan Fatin selalu mengucapkan kata gaul itu (gaul itu apa juga ya??). Bahkan saat Ahmad Dhani menanyakan pada Fatin bagaimana rasanya Afghan ngefan padanya, Fatinpun spontan menjawab “Gokil sih, gokil banget”. Dan ketika meet&greet dengan Fatinistic beberapa waktu lalu, Fatin juga menyebut fansnya “gokil banget”.
Jika kita rangkum dari beberapa kamus bahasa gaul (entah adanya di perpustakaan mana?) Kata gokil bisa diartikan sebagai hal-hal yang gila tapi lebih mengarah ke hal yang positif, heboh, atau hal-hal yang unik, lucu dan menggila.
Tapi bagi saya gokil bukan hanya monopoli kalangan remaja modern seperti Fatin. Saya yang sudah melewati masa remaja ini masih juga suka gokil, bahkan sangat suka, gemar, doyan dan hobby. Bagi saya gokil harus all out, jangan nanggung, sampai kenyang kalau perlu dihabiskan sampai tinggal tulang, piring dan sendoknya saja.
Lahh kok bisa sampai kenyang dan tinggal tulang, piring dan sendoknya saja? Ya jelas lah, lha wong yang saya maksud gokil disini adalah “seGo kiKil” atau kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah “nasi kikil”, salah satu masakan  tradisional khas Jawa Timur. Sego kikil bisa dijumpai di daerah Jombang, salah satu yang terkenal adalah Sego Kikil Mojosongo.
Makanan tradisional yang berbahan dasar bagian tulang kaki kambing atau sapi ini bisa ditemui juga bisa ditemui di beberapa daerah lainnya di Jawa Timur termasuk Probolinggo, tempat saya tinggal. Bukan hanya Sego kikil tapi juga Kikil Bakso tak kalah lezatnya. Jadi penasaran bukan? Gokil abis deh pokoknya! Uennak tennan kata pengamat kuliner Bondan Winarno.
Jadi sudah jelas, gokil versi Fatin dan gokil versi saya berbeda. Tapi  ternyata dibalik perbedaan itu masih ada persamaannya. Gokil versi anak muda seperti Fatin kalau berlebihan dan jauh melewati batas kewajaran justru akan menjengkelkan dan bisa dianggap gila beneran.  Sementara gokil versi saya jika terlalu banyak juga tak baik untuk kesehatan. Terlalu sering dan kebanyakan bisa-bisa menyebabkan naiknya kadar kolestrol dan menumpuknya lemak dalam tubuh.  
Mohon maaf jika artikel saya kali ini kembali terkesan guyon karena memang niatnya untuk menghibur dan sekedar intermezo. Sengaja saya tak menulis hal-hal yang serius tentang Fatin sebab bisa kita lihat sendiri di Kompasiana, semakin banyak bermunculan tulisan serius dan berkualitas yang mengupas tuntas Fatin dan X Factor Indonesia. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

Probolinggo, 18 Mei 2013
Follow me : @Dody_Kasman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar