Setelah “lupa lirik” sempat menjadi
trending topic selama sepekan kemarin, lagi-lagi Fatin Shidqia Lubis menjadi
trendsetter. Kali ini kata “gokil”
sepertinya akan kembali menjadi trending topic dalam waktu yang cukup lama.
Sebenarnya “gokil” selalu menjadi trend dan tidak pernah basi di
kalangan remaja.
Dalam beberapa kesempatan Fatin selalu
mengucapkan kata gaul itu (gaul itu apa juga ya??). Bahkan saat Ahmad Dhani
menanyakan pada Fatin bagaimana rasanya Afghan ngefan padanya, Fatinpun spontan
menjawab “Gokil sih, gokil banget”. Dan ketika meet&greet dengan Fatinistic
beberapa waktu lalu, Fatin juga menyebut fansnya “gokil banget”.
Jika kita rangkum dari beberapa kamus
bahasa gaul (entah adanya di perpustakaan mana?) Kata gokil bisa diartikan
sebagai hal-hal yang gila tapi lebih mengarah ke hal yang positif, heboh, atau
hal-hal yang unik, lucu dan menggila.
Tapi bagi saya gokil bukan hanya
monopoli kalangan remaja modern seperti Fatin. Saya yang sudah melewati masa
remaja ini masih juga suka gokil, bahkan sangat suka, gemar, doyan dan hobby.
Bagi saya gokil harus all out, jangan nanggung, sampai kenyang kalau perlu
dihabiskan sampai tinggal tulang, piring dan sendoknya saja.
Lahh kok bisa sampai kenyang dan tinggal
tulang, piring dan sendoknya saja? Ya jelas lah, lha wong yang saya maksud gokil
disini adalah “seGo kiKil” atau kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
adalah “nasi kikil”, salah satu masakan
tradisional khas Jawa Timur. Sego kikil bisa dijumpai di daerah Jombang,
salah satu yang terkenal adalah Sego Kikil Mojosongo.
Makanan tradisional yang berbahan dasar
bagian tulang kaki kambing atau sapi ini bisa ditemui juga bisa ditemui di
beberapa daerah lainnya di Jawa Timur termasuk Probolinggo, tempat saya
tinggal. Bukan hanya Sego kikil tapi juga Kikil Bakso tak kalah lezatnya. Jadi
penasaran bukan? Gokil abis deh pokoknya! Uennak tennan kata pengamat kuliner
Bondan Winarno.
Jadi sudah jelas, gokil versi Fatin dan
gokil versi saya berbeda. Tapi ternyata
dibalik perbedaan itu masih ada persamaannya. Gokil versi anak muda seperti
Fatin kalau berlebihan dan jauh melewati batas kewajaran justru akan menjengkelkan
dan bisa dianggap gila beneran. Sementara gokil versi saya jika terlalu banyak
juga tak baik untuk kesehatan. Terlalu sering dan kebanyakan bisa-bisa menyebabkan
naiknya kadar kolestrol dan menumpuknya lemak dalam tubuh.
Mohon maaf jika artikel saya kali ini
kembali terkesan guyon karena memang niatnya untuk menghibur dan sekedar
intermezo. Sengaja saya tak menulis hal-hal yang serius tentang Fatin sebab
bisa kita lihat sendiri di Kompasiana, semakin banyak bermunculan tulisan
serius dan berkualitas yang mengupas tuntas Fatin dan X Factor Indonesia. Mohon
maaf jika ada yang kurang berkenan.
Probolinggo, 18 Mei 2013
Follow me : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar