Kamis, 30 Januari 2014

Ketika Fatinistic Penggemar Michael Jackson Bicara Novita Dewi



Di ajang pencarian bakat X factor Indonesia (XFI) saya mengidolakan Fatin Shidqia Lubis. Beberapa artikel yang saya tulis di forum inipun kebanyakan tentang Fatin. Sebelum  mengidolakan Fatin, sudah lebih 25 tahun saya menjadi penggemar berat Michael Jackson bahkan hingga dia telah tiada dan sampai kapanpun nanti. Sementara Novita Dewi? Meskipun salut dengan kekuatan dan kematangan teknik vokalnya, saya hanya sebatas suka melihat penampilannya di XFI,itu saja.
Namun harus saya akui, sebagai fans setia Michael jackson yang sudah terbiasa dengan lagu-lagu dan aransemen musik The King of Pop itu, saya sempat dibuat surprised dengan penampilan Novita Dewi di Gala Show 8 yang lalu. Saat itu Novita mmbawakan lagu mega hits Michael, “Billie Jean”. Usai menonoton live di TV belum ada minat saya untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan, sebab ketika itu saya lebih tertarik untuk mengapresiasi idola saya, Fatin.
Namun, keterkejutan atas penampilan Novita membuahkan rasa penasaran dan membuat saya tergelitik untuk menyimak kembali rekamannya di Youtube. Secara jujur harus saya akui, Billie Jean versi Novita terdengar sangat berbeda dari versi aslinya. Meskipun saya sangat awam tentang musik, namun sedikit banyak saya bisa memberikan penilaian walau mungkin masih terkesan amatiran.
Billie Jean yang aslinya nge-beat dengan tempo agak cepat dan lebih cocok untuk nge-dance, menjadi slow dan mellow saat dibawakan Novita. Aransemen musiknya juga jauh berbeda meskipun tak meninggalkan beberapa nada kunci lagu aslinya. Warna suara Michael Jackson tentu jauh berbeda dengan warna suara Novita Dewi sehingga bisa saja suara Novita akan kurang pas jika membawakan Billie Jean dalam aransemen versi asli. Disinilah kelihaian seorang Bebi Romeo sebagai mentor dibantu tim yang mampu membuat aransemen pas dengan karakter suara Novita yang powerful.
Satu hal yang membuat saya sebagai fans berat Michael Jackson salut dan memberikan acungan jempol adalah keberanian Novita Dewi, Bebi Romeo dan timnya untuk mengiterpretasikan lagu Billie Jean menurut versi mereka. Meskipun mungkin versi yang beda dari aslinya ini bukan pertama kali di dunia, namun untuk di Indonesia, inilah yang pertama.
Mengapa saya salut dan mengatakan mereka berani? Billie jean adalah mega hits Michael Jackson dari album Thriller (1982). Tahun 1983 lagu ini menjadi hits diseluruh dunia dan gaungnya masih terdengar hingga kini. Saat membawakan lagu ini juga pada “Motown 25th Anniversary” (1983)  Michael pertama kali mempertunjukkan gerakan iconic dan legendaris “Moonwalk” yang kemudian menjadi trademark-nya. Gerakan dance ini kemudian menjadi inspirasi dancer profesional diseluruh dunia, bahkan penyanyi-penyanyi pop dan R&B populer saat ini banyak terinspirasi oleh gerakan tarinya.
Novita Dewi dengan arahan Bebi Romeo berani mengambil resiko dengan menginterpretasi mega hits yang bisa dikatakan “keramat” bagi penggemar fanatik Michael Jackson seperti saya.  Setidaknya versi lain Billie Jean tersebut mampu membuat saya surprised dan terdiam sesaat untuk menyimak dengan seksama sambil maaf, mencari-cari celah untuk saya kritik habis-habisan. Tapi kenyataannya, lagu itu memang berbeda dengan aslinya sehingga tak adil rasanya untuk dibanding-bandingkan dan harus diakui Novita bisa membawakannya dengan bagus, meskipun menurut saya tak terlalu istimewa.
Tentu sebagai Michaelmania secara subyektif saya akan bilang versi Michael jauh lebih baik, namun keberanian memberikan nuansa berbeda pada lagu sesakral Billie Jean patut mendapat apresiasi dan acungan jempol. Sebagai Fatinistic justru saya iri, Novita dan Nu Dimension sudah menyanyikan lagu Michael Jackson dengan baik, kapan Fatin bisa begitu juga? Mungkin Fatin belum familiar dengan lagu-lagu Michael yang hits disaat ia belum lahir. Tapi akan sangat amazing jika Fatin bisa membawakan lagu hits Michael Jackson dengan versinya sendiri sebagaimana telah dilakukan Novita Dewi , setidaknya bagi saya seorang Fatinistic yang juga Michaelmania.
(Bagi teman-teman fatinistic yang cerdas pasti paham apa maksud dan tujuan saya menulis artikel ini.  Tak ada gunanya antar fans saling serang, saling cela dan mencari-cari kesalahan pihak lain. Jika memang ada yang kurang berkenan berikan kritikan dengan sopan. Dan jika memang mereka memiliki kelebihan, jangan malu atau gengsi untuk mengakuinya. Tetap dukung idola kita dengan cara yang santun dan bermartabat. Fanatik tapi simpatik, militan tapi sopan).


Probolinggo, 1 Mei 2013
Follow me : @Dody_Kasman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar