Di ajang pencarian bakat X factor
Indonesia (XFI) saya mengidolakan Fatin Shidqia Lubis. Beberapa artikel yang
saya tulis di forum inipun kebanyakan tentang Fatin. Sebelum mengidolakan Fatin, sudah lebih 25 tahun saya
menjadi penggemar berat Michael Jackson bahkan hingga dia telah tiada dan sampai
kapanpun nanti. Sementara Novita Dewi? Meskipun salut dengan kekuatan dan
kematangan teknik vokalnya, saya hanya sebatas suka melihat penampilannya di
XFI,itu saja.
Namun harus saya akui, sebagai
fans setia Michael jackson yang sudah terbiasa dengan lagu-lagu dan aransemen
musik The King of Pop itu, saya sempat dibuat surprised dengan penampilan
Novita Dewi di Gala Show 8 yang lalu. Saat itu Novita mmbawakan lagu mega hits
Michael, “Billie Jean”. Usai menonoton live di TV belum ada minat saya untuk
menuangkannya dalam bentuk tulisan, sebab ketika itu saya lebih tertarik untuk
mengapresiasi idola saya, Fatin.
Namun, keterkejutan atas
penampilan Novita membuahkan rasa penasaran dan membuat saya tergelitik untuk
menyimak kembali rekamannya di Youtube. Secara jujur harus saya akui, Billie
Jean versi Novita terdengar sangat berbeda dari versi aslinya. Meskipun saya
sangat awam tentang musik, namun sedikit banyak saya bisa memberikan penilaian walau
mungkin masih terkesan amatiran.
Billie Jean yang aslinya nge-beat
dengan tempo agak cepat dan lebih cocok untuk nge-dance, menjadi slow dan
mellow saat dibawakan Novita. Aransemen musiknya juga jauh berbeda meskipun tak
meninggalkan beberapa nada kunci lagu aslinya. Warna suara Michael Jackson
tentu jauh berbeda dengan warna suara Novita Dewi sehingga bisa saja suara
Novita akan kurang pas jika membawakan Billie Jean dalam aransemen versi asli.
Disinilah kelihaian seorang Bebi Romeo sebagai mentor dibantu tim yang mampu
membuat aransemen pas dengan karakter suara Novita yang powerful.
Satu hal yang membuat saya
sebagai fans berat Michael Jackson salut dan memberikan acungan jempol adalah
keberanian Novita Dewi, Bebi Romeo dan timnya untuk mengiterpretasikan lagu
Billie Jean menurut versi mereka. Meskipun mungkin versi yang beda dari aslinya
ini bukan pertama kali di dunia, namun untuk di Indonesia, inilah yang pertama.
Mengapa saya salut dan mengatakan
mereka berani? Billie jean adalah mega hits Michael Jackson dari album Thriller
(1982). Tahun 1983 lagu ini menjadi hits diseluruh dunia dan gaungnya masih
terdengar hingga kini. Saat membawakan lagu ini juga pada “Motown 25th
Anniversary” (1983) Michael pertama kali
mempertunjukkan gerakan iconic dan legendaris “Moonwalk” yang kemudian menjadi
trademark-nya. Gerakan dance ini kemudian menjadi inspirasi dancer profesional
diseluruh dunia, bahkan penyanyi-penyanyi pop dan R&B populer saat ini
banyak terinspirasi oleh gerakan tarinya.
Novita Dewi dengan arahan Bebi
Romeo berani mengambil resiko dengan menginterpretasi mega hits yang bisa
dikatakan “keramat” bagi penggemar fanatik Michael Jackson seperti saya. Setidaknya versi lain Billie Jean tersebut
mampu membuat saya surprised dan terdiam sesaat untuk menyimak dengan seksama
sambil maaf, mencari-cari celah untuk saya kritik habis-habisan. Tapi
kenyataannya, lagu itu memang berbeda dengan aslinya sehingga tak adil rasanya
untuk dibanding-bandingkan dan harus diakui Novita bisa membawakannya dengan
bagus, meskipun menurut saya tak terlalu istimewa.
Tentu sebagai Michaelmania secara
subyektif saya akan bilang versi Michael jauh lebih baik, namun keberanian
memberikan nuansa berbeda pada lagu sesakral Billie Jean patut mendapat
apresiasi dan acungan jempol. Sebagai Fatinistic justru saya iri, Novita dan Nu
Dimension sudah menyanyikan lagu Michael Jackson dengan baik, kapan Fatin bisa
begitu juga? Mungkin Fatin belum familiar dengan lagu-lagu Michael yang hits
disaat ia belum lahir. Tapi akan sangat amazing jika Fatin bisa membawakan lagu
hits Michael Jackson dengan versinya sendiri sebagaimana telah dilakukan Novita
Dewi , setidaknya bagi saya seorang Fatinistic yang juga Michaelmania.
(Bagi teman-teman fatinistic yang
cerdas pasti paham apa maksud dan tujuan saya menulis artikel ini. Tak ada gunanya antar fans saling serang,
saling cela dan mencari-cari kesalahan pihak lain. Jika memang ada yang kurang
berkenan berikan kritikan dengan sopan. Dan jika memang mereka memiliki
kelebihan, jangan malu atau gengsi untuk mengakuinya. Tetap dukung idola kita
dengan cara yang santun dan bermartabat. Fanatik tapi simpatik, militan tapi
sopan).
Probolinggo, 1 Mei 2013
Follow me : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar