X Factor Indonesia (XFI) telah memasuki babak 5 besar.
Semakin mengerucutnya finalis makin membuat seru persaingan untuk memperoleh
dukungan untuk menjadi juara.
Drama yang terjadi di setiap Gala Show membuat atmosfer
persaingan XFI jilid 1 ini semakin panas. Siapa yang akan keluar tiap minggunya
benar-benar unpredictable, sebab segala sesuatunya masih sangat mungkin
terjadi.
Pemirsa di rumah juga tak dapat memprediksi perolehan
SMS idolanya, sebab pihak penyelenggara tak pernah mempublish secara resmi.
Kalaupun ada bocoran, itu sifatnya tak resmi dan belum tentu bisa
dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Para penikmat XFI dan penggemar setia tiap finalis
hanya bisa berharap idolanya tampil maksimal sehingga mampu menarik simpati
juri untuk memberikan komentar positif sambil berharap dukungan SMS terus
mengalir.
Suasana serba tak pasti yang menimbulkan rasa
penasaran bercampur harapan agar sang idola dapat lolos ke babak berikutnya memunculkan
sensasi tersendiri bagi para penggemar berupa perasaan dag dig dug plus harap-harap
cemas.
Setidak itu yang dirasakan penulis, sebagai fans setia
salah satu finalis. Kemungkinan besar atau bahkan bisa dipastikan, perasaan
serupa juga dialami semua penggemar setia finalis XFI yang masih bertahan
hingga saat ini.
XFI dengan segala kelebihan, keunikan dan
ketidakpastiannya sukses membuat pemirsa setia mules dan deg-degan tiap Gala
Show. Ketika Gala Show berlangsung, terlebih saat pengumuman siapa finalis yang
akan tereliminasi, kita pun diajak untuk sport jantung.
Pemirsa di studio dan di rumah, bahkan para juri yang
merangkap mentor dipaksa untuk menahan nafas saat Robby Purba menyebutkan satu
persatu-satu siapa finalis yang save, hingga siapa yang masuk bottom two. Emosi
makin bercampur aduk tatkala pengumuman tersebut terpaksa (atau memang sengaja)
terpotong iklan.
Detak jantung makin berpacu kencang menjelang
pengumuman siapa yang akhirnya akan out. Gaya penyampaian Robby Purba dengan
mengulur durasi membuat detak jantung semakin tidak karuan. Ndredeg puoolll
istilah arek Suroboyo.
Ketika siapa yang harus pulang disebutkan, sensasi
lain terasa. Bagi yang idolanya tetap bertahan, rasa deg-degan ndak karuan tadi
akan berganti rasa lega tak terkira. Deg-deg serrrr istilahnya. Seperti naik
roller coaster, naik turun, histeris tapi akhirnya tersenyum bahagia setelah
permainan selesai.
Namun perasaan sebaliknya akan dirasakan fans yang
idolanya terpaksa harus pulang. Mungkin jika bisa diibaratkan seperti naik
roller coaster yang relnya putus ditengah jalan. Sereeemmm.
Perasaan tak karuan semacam ini tak hanya dirasakan
pemirsa terutama penggemar yang hanya tinggal menyaksikan, tapi pasti juga
dirasakan para finalis. Mereka harus mampu menguasai diri, menguasai panggung,
dan yang cukup berat memenuhi ekspektasi para penggemar. Mereka juga pasti
deg-degan setengah mati saat harus berdiri dipanggung mendengarkan pengumuman
siapa yang harus keluar.
Atmosfer semacam itu memang dibuat sedemikiaan rupa
sebagai daya tarik talent show semacam XFI ini. Harus diakui, itulah yang
membuat XFI semakin seru dan menarik untuk terus disimak.
Tapi jika boleh menyarankan, sebaiknya fans setia yang
lemah jantung hendaknya tidak menonton tayangan XFI seorang diri. Khawatir
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi untuk kalian yang masih sehat,
segar bugar dan suka tantangan, jangan pernah lewatkan tayangan ini dari awal
hingga akhir. Sebab disadari atau tidak, jantung kita ikut berolahraga seiring
dinamika keseruan dan ketegangan yang ditawarkan XFI disetiap episodenya.
Probolinggo, 19 April 2013
Twitter : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar