Kamis, 30 Januari 2014

Sport Jantung Bersama X Factor Indonesia



X Factor Indonesia (XFI) telah memasuki babak 5 besar. Semakin mengerucutnya finalis makin membuat seru persaingan untuk memperoleh dukungan untuk menjadi juara.
Drama yang terjadi di setiap Gala Show membuat atmosfer persaingan XFI jilid 1 ini semakin panas. Siapa yang akan keluar tiap minggunya benar-benar unpredictable, sebab segala sesuatunya masih sangat mungkin terjadi.
Pemirsa di rumah juga tak dapat memprediksi perolehan SMS idolanya, sebab pihak penyelenggara tak pernah mempublish secara resmi. Kalaupun ada bocoran, itu sifatnya tak resmi dan belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Para penikmat XFI dan penggemar setia tiap finalis hanya bisa berharap idolanya tampil maksimal sehingga mampu menarik simpati juri untuk memberikan komentar positif sambil berharap dukungan SMS terus mengalir.
Suasana serba tak pasti yang menimbulkan rasa penasaran bercampur harapan agar sang idola dapat lolos ke babak berikutnya memunculkan sensasi tersendiri bagi para penggemar berupa perasaan dag dig dug plus harap-harap cemas.
Setidak itu yang dirasakan penulis, sebagai fans setia salah satu finalis. Kemungkinan besar atau bahkan bisa dipastikan, perasaan serupa juga dialami semua penggemar setia finalis XFI yang masih bertahan hingga saat ini.
XFI dengan segala kelebihan, keunikan dan ketidakpastiannya sukses membuat pemirsa setia mules dan deg-degan tiap Gala Show. Ketika Gala Show berlangsung, terlebih saat pengumuman siapa finalis yang akan tereliminasi, kita pun diajak untuk sport jantung.
Pemirsa di studio dan di rumah, bahkan para juri yang merangkap mentor dipaksa untuk menahan nafas saat Robby Purba menyebutkan satu persatu-satu siapa finalis yang save, hingga siapa yang masuk bottom two. Emosi makin bercampur aduk tatkala pengumuman tersebut terpaksa (atau memang sengaja) terpotong iklan.
Detak jantung makin berpacu kencang menjelang pengumuman siapa yang akhirnya akan out. Gaya penyampaian Robby Purba dengan mengulur durasi membuat detak jantung semakin tidak karuan. Ndredeg puoolll istilah arek Suroboyo.
Ketika siapa yang harus pulang disebutkan, sensasi lain terasa. Bagi yang idolanya tetap bertahan, rasa deg-degan ndak karuan tadi akan berganti rasa lega tak terkira. Deg-deg serrrr istilahnya. Seperti naik roller coaster, naik turun, histeris tapi akhirnya tersenyum bahagia setelah permainan selesai.
Namun perasaan sebaliknya akan dirasakan fans yang idolanya terpaksa harus pulang. Mungkin jika bisa diibaratkan seperti naik roller coaster yang relnya putus ditengah jalan. Sereeemmm.
Perasaan tak karuan semacam ini tak hanya dirasakan pemirsa terutama penggemar yang hanya tinggal menyaksikan, tapi pasti juga dirasakan para finalis. Mereka harus mampu menguasai diri, menguasai panggung, dan yang cukup berat memenuhi ekspektasi para penggemar. Mereka juga pasti deg-degan setengah mati saat harus berdiri dipanggung mendengarkan pengumuman siapa yang harus keluar.
Atmosfer semacam itu memang dibuat sedemikiaan rupa sebagai daya tarik talent show semacam XFI ini. Harus diakui, itulah yang membuat XFI semakin seru dan menarik untuk terus disimak.
Tapi jika boleh menyarankan, sebaiknya fans setia yang lemah jantung hendaknya tidak menonton tayangan XFI seorang diri. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi untuk kalian yang masih sehat, segar bugar dan suka tantangan, jangan pernah lewatkan tayangan ini dari awal hingga akhir. Sebab disadari atau tidak, jantung kita ikut berolahraga seiring dinamika keseruan dan ketegangan yang ditawarkan XFI disetiap episodenya.

Probolinggo, 19 April 2013
Twitter : @Dody_Kasman
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar