Apa
yang membuat Fatin Shidqia Lubis begitu fenomenal? Apa yang membuatnya demikian
istimewa, padahal saat audisi X Factor Indonesia (XFI) banyak peserta yang
tampil lebih baik dan lebih hebat dari Fatin. Mengapa justru Fatin yang terus
ramai diperbincangkan?
Kesederhanaan
Fatin ketika tampil saat audisi yang menurut saya, membuatnya demikian
menakjubkan. Penampilannya yang apa adanya waktu itu justru mampu membuat juri
dan pemirsa di rumah terkaget-kaget.
Masih
memakai seragam sekolah plus jilbab, yang tak bisa dipungkiri juga menjadi
nilai lebihnya, Fatin sanggup membuat semua yang menyaksikannya ketika itu
melongo begitu ia mengeluarkan suara berliannya.
Mungkin
saat itu tak ada yang mengira, remaja imut yang tampil lugu dan malu-malu
ternyata memiliki suara yang sangat khas dan mampu membuat lagu “Grenade” Bruno
Mars, menjadi miliknya.
Yang
makin membuat takjub dan membikin penasaran, ternyata cewek imut itu belum
pernah ikut latihan vokal dan hanya berlatih nyanyi di kamar mandi.
Mungkin ceritanya akan lain jika yang tampil dengan karakter vokal yang khas itu adalah seorang seorang mahasiswi atau perempuan berumur yang berprofesi sebagai penyiar, penyanyi cafe/wedding singer dengan penampilannya meyakinkan untuk ikut audisi sebesar XFI, plus kemampuan menyanyi & tehnik vokal yang memukau.
Mungkin ceritanya akan lain jika yang tampil dengan karakter vokal yang khas itu adalah seorang seorang mahasiswi atau perempuan berumur yang berprofesi sebagai penyiar, penyanyi cafe/wedding singer dengan penampilannya meyakinkan untuk ikut audisi sebesar XFI, plus kemampuan menyanyi & tehnik vokal yang memukau.
Meskipun
takjub, namun reaksinya mungkin hanya sekejap dan kemudian muncul anggapan
bahwa itu menjadi hal yang wajar dan biasa saja jika melihat latar belakang
profesi dan pengalaman yang bersangkutan.
Tapi
reaksi untuk Fatin yang luar biasa tapi tampil sederhana itu terus berlanjut
hingga sekarang. Terbukti media tak henti-hentinya menjadikannya sebagai bahan
berita, belum lagi seabrek artikel di berbagai forum dan beragam diskusi yang
sahut-menyahut di jejaring sosial yang seolah tak mau berhenti hingga kini.
Latar
belakang Fatin yang bukan siapa-siapa itu makin menarik untuk disimak. Dia
memang seperti anak tetangga yang biasa lewat depan rumah, sering tertidur di
kelas, pernah terlambat sekolah dan pernah dihukum karena tak mengerjakan PR.
Yaaa, Fatin sukses mencuri perhatian dengan membuat kita takjub berkat karakter suaranya yang khas dibalut penampilannya yang sederhana. Jilbab yang selalu dikenakannya juga menjadi daya tarik tersendiri, namun Fatin mampu membuktikan bahwa berjilbab bukan halangan untuk tampil memukau.
Yaaa, Fatin sukses mencuri perhatian dengan membuat kita takjub berkat karakter suaranya yang khas dibalut penampilannya yang sederhana. Jilbab yang selalu dikenakannya juga menjadi daya tarik tersendiri, namun Fatin mampu membuktikan bahwa berjilbab bukan halangan untuk tampil memukau.
Kehadiran
Fatin setidaknya dapat menjadi inspirasi kita terutama remaja seusianya bahwa
kita bisa jadi luar biasa dan istimewa dengan mensyukuri serta mengoptimalkan
potensi yang dimiliki. Potensi tersebut bisa berupa keunikan / kekhasan dan
kita mampu mengolahnya menjadi nilai lebih yang tak dimiliki semua orang.
Dan
untuk jadi istimewa tak harus menjadi orang lain. Sebagaimana quote Fatin di
akun twitternya @fatinSL : “Be ur self. That’s the best part!
Probolinggo, 18 April 2013
Twitter : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar