Popularitas Fatin Shidqia Lubis, jawara
X Factor Indonesia (XFI) musim pertama tak perlu diragukan lagi. Saat ini
segala sesuatu yang terkait dengannya baik sikap, perkataan, bahkan ulah fans
kepadanya jadi menarik untuk diberitakan. Ia sanggup membangkitkan rasa ingin
tahu banyak orang, membuat kita mencari kabar tentangnya kemudian menjadikannya
bahan diskusi.
Saat ini apapun yang dilakukannya bisa
jadi bahan berita. Apapun yang diucapkannya, meskipun bercanda akan menjadi
berita besar. Seperti yang terjadi saat konsernya di Makassar, Minggu (16/6)
kemarin. Saya sendiri tak hadir saat konser tersebut karena lokasinya yang
sangat jauh dari tempat saya tinggal.
Dari yang dapat kita baca di berbagai
media, khususnya media online, Fatin menyinggung tentang banyaknya spanduk
bergambar dirinya terpampang dan mengkaitkannya dengan rencana kenaikan harga
BBM. Search saja di google dengan kata kunci “Fatin BBM”, seketika muncul
puluhan berita dengan judul nyaris seragam “Fatin Tolak Kenaikan Harga BBM”.
Bahkan untuk meyakinkan pembaca,
beberapa media online tersebut kompak memuat kutipan pernyataan Fatin : "Mungkin
bagus gambar-gambar saya tersebut ditambah tulisan, Fatin tolak kenaikan
BBM,". Sumber kutipan ini bisa jadi berasal dari satu media yang kemudian
dimuat media online yang lain. Setidaknya ini menunjukkan bahwa pernyataan
Fatin itu mempunyai nilai berita tinggi dan berdampak politik cukup besar jika
dipublikasikan.
Sepintas saya menganggap itu hanya
gurauan Fatin untuk memancing keseruan suasana konser, tapi sebagai orang yang
sering bersinggungan dengan kepentingan politik meskipun di level daerah,
secara pribadi saya merasa terusik dan terpanggil untuk mengingatkan,
setidaknya ikut memberikan sumbang saran. Bisa jadi ini hanya ulah media untuk
menarik perhatian pembaca mengingat saat ini kenaikan harga BBM merupakan isu
sensitif dan menyita perhatian publik.
Namun dibalik keterusikan saya, ada sedikit
perasaan lega saat salah seorang Fatinistic Makassar yang menyaksikan langsung
konser tersebut memberikan konfirmasi melalui twitter bahwa apa yang dimuat di media
tidak sepenuhnya benar. Tidak sepenuhnya benar karena Fatin memang menyinggung
tentang harga BBM.
Pernyataan Fatin dalam konser versi
rekan yang menyaksikan langsung adalah sebagai berikut : "... dan aku liat
di mana-mana lagi ada apa, spanduk-spanduk kampanye gitu yah hehe, terus ada
tulisan turunkan harga BBM...hehe"
Jika kita perhatikan kutipan pernyataan
tersebut, sama sekali tak ada pernyataan Fatin menolak kenaikan harga BBM. Jika
dicermati lagi, itu murni pernyataan spontan remaja 16 tahun yang bangga
gambarnya terpampang dimana-dimana. Fatin hanya latah mengucapkan “trending
topic” saat ini : BBM.
Entah kutipan versi mana yang dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya, yang jelas disini dapat kita lihat betapa
besar dampak perkataan Fatin, walaupun itu hanya bercanda. Latahnya Fatin
bicara BBM menarik untuk diberitakan setelah insiden fans “nekat” dan sukses
konser itu sendiri. Meskipun usianya masih 16 tahun, tapi apa yang diucapkannya
memiliki dampak politik sangat besar sebab yang disampaikannya adalah isu yang menyangkut
hajat hidup orang banyak.
Dari kasus ini setidaknya Fatin bisa
mengambil pelajaran berharga agar lebih berhati-hati mengeluarkan statement.
Dia bukan lagi sekedar anak SMA bisa bebas bergokil ria dengan rekan-rekan
sebayanya, tapi Fatin harus sadar bahwa ia sudah menjelma menjadi publik figur
dengan jutaan penggemar fanatik. Apapan yang dilakukan dan diucapkannya akan
selalu dipantau dan terpantau oleh penggemar dan media.
Ucapan yang menguntungkan untuk menarik
simpati massa bisa menjadi peluang bagi kepentingan politik tertentu untuk
memuluskan agendanya. Terlebih tahun ini dan tahun depan adalah tahun politik,
dimana semua kekuatan politk yang ada sudah mulai menghimpun kekuatan mencari
dukungan demi memuluskan kepentingan mereka. Belum lagi agenda politik didaerah
seperti pemilihan Kepala daerah yang juga membutuhkan pencitraan dan mesin politik
untuk menggaet massa.
Dalam kasus ini, Fatin harus mampu
menjaga independensi dan tetap profesional dalam bidangnya. Jangan sampai
popularitasnya dimanfaatkan kepentingan politik tertentu. Mungkin dalam jangka
pendek menguntungkan dengan iming-iming materi yang besar, namun akan merugikan
dalam jangka panjang. Sebagai publik figur, penggemar Fatin tentunya tak hanya
berasal dari satu aliran politik saja. Keberpihakan secara terang-terangan pada
satu golongan akan mengurangi simpati pihak yang lain.
Kepada partai politik yang sudah mulai
memanasi mesin politiknya, hendaknya lebih arif dan bijak dalam berpolitik.
Meskipun politik sangat sarat dengan kepentingan, tapi sebisa mungkin terapkan
politik yang beretika. Hormati anak bangsa, generasi muda dengan bakat luar
biasanya agar lebih bebas berekspresi dan berkreasi. Jangan jerumuskan mereka
pada ranah yang sebenarnya tak mereka pahami. Jika memang butuh pencitraan
untuk menarik simpati massa, manfaatkan para senior yang juga punya niat untuk
terjun ke dunia politik. Manfaatkan mereka yang juga butuh tempat untuk mencari
nafkah sekaligus mengembalikan popularitasnya.
Fatinistic sebagai massa pendukung Fatin
harus mampu melindungi Fatin dari kepentingan-kepentingan yang dikhawatirkan
dapat merugikan kariernya yang baru mulai ini. Sebagai warga negara kita semua,
termasuk Fatin & Fatinistic punya hak politik yang diatur dalam peraturan
perundang-undangan. Ada waktunya kita menggunakan hak tersebut, tentunya dengan
cara yang santun tanpa memaksakan kehendak pada yang lain.
Dan alangkah baiknya, jika ditengah
carut marut politik yang kian memanas ini, generasi muda seperti Fatin terus
memberikan karya terbaiknya sebagai penyejuk untuk menghibur rakyat yang sedang
gundah. Semoga di tengah situasi tak pasti ini Fatin mampu terus berprestasi
dan menjadi inspirasi bagi remaja seusianya.
Probolinggo, 17 Juni 2013
Follow me : @Dody_Kasman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar